BERBAGI
stasiun kota lama malang tempo dulu
stasiun kota lama malang tempo dulu (C) WIKIPEDIA

Stasiun Malang Kotalama adalah stasiun kereta api tertua di Malang. Stasiun kelas I yang terletak di Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini dibangun pada tahun 1879. Penambahan nama Kotalama ini awalnya sekedar untuk membedakan dengan Stasiun Malang (Kotabaru) yang baru dibangun pada 1941. Faktor usia bangunan yang lebih lama dan kuno ketimbang “saudara mudanya” itu juga melatarbelakangi penamaan Kotalama pada stasiun tersebut.

Stasiun yang berada di Daerah Operasi VIII Surabaya ini dibangun sebagai bagian dari rute kereta api jalur Surabaya-Pasuruan-Malang. Pemerintah Kolonial Belanda, melalui perusahaan Staats Spoorwegen (SS), membangun Stasiun Malang Kotalama ini untuk mengangkut hasil bumi dari Malang dan sekitarnya ke Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) melalui Pasuruan.

Stasiun Kotalama ini merupakan stasiun kereta api paling selatan yang ada di Kota Malang. Stasiun ini berada pada ketinggian +429 meter di atas permukaan laut, sehingga jalur rel menuju stasiun ini bisa dibilang cukup terjal, terutama pada jalur Bangil-Lawang (+18 kilometer dari Malang). Di jalur tersebut, kemiringan tanjakan rel mencapai lebih dari 15 per mil. Itulah mengapa setiap kereta dari arah utara menuju ke Malang yang melalui jalur ini harus berjalan melambat, semi mengurangi risiko anjloknya gerbong kereta.

Ada enam jalur rel di stasiun yang dekat dengan Pasar Besar Kota Malang ini. Jalur 1 biasa digunakan untuk sepur yang melintas lurus yang kebanyakan tidak transit di stasiun tersebut. Sementara dari jalur 4 terdapat sebuah percabangan rel yang menuju ke Depo Pertamina. Dari stasiun ini juga, dahulu terdapat percabangan jalur menuju Dampit, Kabupaten Malang, namun kini sudah dinonaktifkan. Di stasiun ini juga terdapat bekas rel menuju Stasiun Jagalan yang kini sudah berubah fungsi menjadi rumah warga.

Stasiun yang berada tepat di seberang Rumah Sakit Panti Nirmala ini memiliki bentuk bangunan yang sederhana, tetapi memiliki gaya arsitektural yang unik. Ada dua bangunan utama di stasiun ini, yakni bangunan loket penjualan tiket dan ruang-ruang kantor, lalu ada pintu masuk dan peron di tengah-tengahnya.

Dikutip dari Prezi.com, bangunan emplasemen yang menempel di belakang bangunan pintu masuk, sederhana tetapi unik dengan struktur kayu dan atap pelana. Pada puncak atap terdapat vestibule yang berfungsi untuk memasukkan cahaya matahari.

Detail konstruksi kayu pada kerangka bangunannya juga terbilang jempolan. Pada pertemuan antara kuda-kuda, kolom dan balok horisontal terlihat sangat kokoh, karena banyak bagian yang batangnya terdiri dari batang ganda yang berfungsi sebagai batang tarik. Pelat baja yang mengikat setiap sambungan dengan baut menambah kokoh bangunan stasiun ini.

Kayu yang dipakai untuk kontruksi bangunan Stasiun Kotalama ini adalah kayu jati dengan usia cukup tua, sehingga awet hingga kini. Jati-jati itu seperti tampak pada kusen daun pintu dan jendela. Kayunya diprofil dan berbentuk lengkung pada bagian atas. Kolom kayu dengan konstruksi ganda yang terdiri dari batang tegak dan batang miring membuat struktur ini lebuh kuat jika dibandingkan dengan tiang single.

Setidaknya ada tujuh kereta api untuk semua kelas yang melintas maupun transit di Stasiun Kotalama ini setiap harinya. Ada Kereta eksekutif Gajayana, jurusan Jakarta-Malang Kotabaru, Kereta Malabar (ekonomi, eksekutif dan bisnis), jurusan Bandung-Malang Kotabaru, Kereta Malioboro Ekspres (ekonomi dan eksekutif), jurusan Yogyakarta-Malang Kotabaru, Kereta Majapahit (ekonomi), jurusan Jakarta-Malang Kotabaru, Kereta Matarmaja (ekonomi), jurusan Jakarta-Malang Kotabaru, Kereta Tawang Alun (ekonomi), jurusan Banyuwangi-Malang Kotalama, Kereta Penataran (ekonomi), jurusan Surabaya-Malang-Blitar.

Jadwal kedatangan dan pemberangkatan kereta terpagi di stasiun ini adalah jadwal Kereta Malioboro Ekspres. Kereta kelas campuran ekonomi dan eksekutif jurusan Yogyakarta-Malang Kotabaru itu datang pada pukul 03.53 WIB dan melanjutkan perjalanan kembali ke stasiun terakhirnya, Malang Kotabaru pada pukul 03.55 WIB. Sementara untuk jadwal kedatangan dan pemberangkatan paling terakhir adalah jadwal Kereta Penataran. Kereta kelas ekonomi jurusan Surabaya-Malang-Blitar itu datang pada pukul 20.50 WIB dan melanjutkan perjalanan kembali ke Stasiun Blitar pada pukul 20.53 WIB.

Nah, bagi Anda yang traveling ke Malang selatan yang penuh dengan pilihan objek wisata pantainya, bisa dipastikan bakal turun di Stasiun Kotalama ini. Tidak ada salahnya untuk rehat sebentar sambil berselfie ria di depan pintu masuk stasiun. Untuk akses angkutan umum dari dan ke stasiun ini cukup beragam pilihannya. Ada angkutan kota (angkot) berlabel AG, LDG, AJG, dan AMG yang melintas di Jalan Kolonel Sugiono yang ada di depan stasiun.