BERBAGI
Hotel Palace Malang yag berdiri tahun 1915
Hotel Palace Malang yag berdiri tahun 1915 (C) Jelajah Malang

Menginap di Hotel Pelangi yang terletak di Jalan Merdeka Selatan Nomor 3, Kota Malang, otak Anda bakal serasa dibawa kembali hidup di zaman Kolonial Belanda. Tak mengherankan, lantaran hotel ini adalah salah satu tempat penginapan tertua di Malang.

Hotel ini dibangun pada tahun 1916, sekitar dua tahun setelah Malang ditetapkan menjadi Kota Madya. Awalnya, tempat menginap ini didirikan dengan nama Hotel Palace, bukan Hotel Pelangi seperti sekarang.

Pengunjung yang ingin menginap, disediakan total 70 kamar yang bisa ditempati. Kamar-kamar ini tersebar di dua lantai. Arsitektur luar dan dalamnya menawarkan nuansa Belanda klasik yang membuat pengunjung seolah tengah berada di negera Kincir Angin itu.

Hotel ini tak hanya menawarkan bentuk interior dan eksterior kuno zaman Kolonial Belanda. Menara kembar di sisi kanan dan kiri pintu masuk juga menjadi keunikan tersendiri bagi Hotel Palace. Waktu itu, menara kembar tersebut sekaligus menjadi tempat tentara Belanda melakukan pemantauan dan pengawasan.

Pada masa pendudukan tentara Jepang di Malang, hotel ini sempat diganti namanya menjadi Hotel Asoma. Pada masa kemerdekaan 1945, nama Hotel Palace kembali digunakan.

Bangunan Hotel Palace pun tak luput dari aksi bumi hangus yang dilakukan tentara Indonesia kala ada Agresi Militer I di tahun 1947. Ketika pasukan Belanda dan sekutunya menyerbu Malang, pasukan Indonesia menghancurkan objek-objek vital di daerah kota, termasuk bangunan hotel ini. Tujuannya agar sekalipun Belanda menguasai kota, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa.

Selama perjalanan sejarahnya, hotel ini telah beberapa kali mengalami perpindahan tangan pemiliknya. Hotel ini pun akhirnya dibeli oleh seorang pengusaha kontraktor dari Banjarmasin bernama H. Sjachran Hoesin pada tahun 1953.

Setelah diakuisisi, oleh Sjachran, Hotel Palace diganti namanya menjadi Hotel Pelangi. Saat ini, Hotel Pelangi statusnya dikelola oleh generasi kedua dari keluarga Sjachran.

Berdiri kokoh di sbelah selatan Alun-alun Kota Malang yang menjadi pusat keramaian, membuat hotel ini memiliki lokasi yang sangat strategis. Jalan menuju Hotel Pelangi pun terbilang mudah diakses dari seluruh penjuru Kota Malang.

Lokasinya pun cukup mudah dijangkau menggunakan angkutan kota (angkot). Dari Terminal Gadang, Anda bisa naik angkot AG (Arjosari – Gadang), turun di pojokan lampu merah Gramedia Malang, lalu jalan kaki sebentar melintasi depan Masjid Jami’ ke arah selatan. Dari situ pun sudah tampak gerbang masuk Hotel Pelangi.

Bagi Anda yang dari arah Terminal Arjosari, bisa naik angkot AG (Arjosari – Gadang), turun di pojokan perempatan Mitra I Departement Store sebelah pos polisi, lalu jalan kaki sebentar ke arah barat melintasi depan Kantor Pos di Jalan Merdeka Selatan, sampai di depan gerbang hotel ini.

Letaknya pun relatif dekat dengan tempat-tempat ibadah, seperti Masjid Jami’ dan gereja. Kalau Anda ingin menyalurkan hobi berbelanja pun, dari hotel pun banyak pilihan destinasinya. Mulai dari Alun-alun Mall, Malang Plaza, Mitra I Departement Store, Gajahmada Plaza, Sarinah, Matahari, Pasar Besar, hingga Toko Buku Gramedia.

Karena masih mempertahankan bentuk asli dari bangunan Hotel Palace, Pemerintah Kota Malang menjadikan Hotel Pelangi sebagai salah satu ikon bagi Kota Malang bersama dengan bangunan-bangunan tua lainnya. Hotel Pelangi pun menjadi destinasi wisata bagi para turis Belanda yang ingin menghabiskan waktu untuk mengenang masa-masa muda kala hidup di Kota Malang.