BERBAGI
Bundaran Monumen Pesawat Tempur MIG-17 Fresco, salah satu ikon Suhat - Rumahdijual.com
Bundaran Monumen Pesawat Tempur MIG-17 Fresco, salah satu ikon Suhat - Rumahdijual.com
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jalan Soekarno-Hatta tak hanya tenar karena jembatannya yang pernah diusulkan untuk diremajakan. Salah satu kawasan utama yang menghubungkan Kota Malang dengan Kota Batu itu ternyata juga memiliki potensi wisata kuliner yang tak asyik jika dilewatkan begitu saja ketika Anda berkunjung atau sekedar melintas di sana.

Secara administratif, Jalan Soekarno-Hatta ini terletak di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Jalan ini sering disingkat Suhat oleh warga Malang, terutama anak-anak gaul kota tersebut. Hal ini tampak berbeda dengan kota-kota lain yang pada umumnya menyebut Jalan Soekarno-Hatta di daerahnya dengan singkatan Soeta (Suta). Uniknya lagi, Jalan Soekarno-Hatta di Kota Malang terhampar dengan sudut sekitar 90 derajat dari arah selatan (kawasan perempatan gerbang Universitas Brawijaya) ke utara (Bundaran Monumen Pesawat Tempur MIG-17 Fresco), lalu berbelok ke timur hingga berpotongan dengan Jalan Borobudur.

Berwisata kuliner di kawasan Suhat ini sangatlah mengasyikkan. Kita mulai dari perempatan gerbang UB ke utara melalui lajur jalan sebelah kiri, melintasi depan kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema). Ada Kedai Kakao Terang Bulan bagi anda penggemar coklat. Setelah perempatan lampu merah ada resto Pizza Hut. Masih di deretan yang sama, ada O2 Pool Cafe buat Anda yang ingin menyantap makanan plus main bilyar bersama teman-teman.

Aneka cemilan lezat ada di sederet kedai kecil nan sederhana, mulai dari Yolland Martabak Terang Bulan, Pohong Keju, hingga Lumpia Surabaya. Bagi pecinta mie, ada Resto Mie Gang Jangkrik. Disusul Point Cafe & Resto yang tak hanya menyajikan makanan dan minuman, namun juga sebuah tongkrongan asyik buat anak gaul Malang.

Di Ruko Griya Shanta Eksekutif ada Kedai Bubur Ayam Tasikmalaya Abah Odil yang dijamin selain mengenyangkan perut juga mengobati kerinduan pada masakan khas Sunda. Tongkrongan buat malam mingguan ada di d’Wino Cafe. Lanjut ke arah utara ada Martabak Spektakuler yang menyediakan menu martabak manis dan martabak telor.

Jika Anda ingin menyantap masakan ala rumahan, mampir saja di warung nasi Bu Gito. Lalu nyemil di kedai kue Gaya Baru. Wahana Nasi Goreng Monster 99 pun siap menggoda selera Anda yang ngefans berat sama kuliner nasgor dengan bumbu rempah-rempah khas nusantara. Begitu pula dengan warung nasi pecel Bu Tinuk di sisi Rumah Sakit Permata Bunda.

Buat yang doyan kremesan, tidak salah rasanya mencoba ayam dan bebek kremes Pancoran. Atau mungkin mencoba sensasi menyantap Bakso Kikil Seruni. Sementara itu, untuk para penggila kuliner oriental ada di Orien Chinese Food n Steak. Bakso Damas di sebelahnya juga sayang untuk dilewatkan. Bagi Anda pelancong luar kota, sebelum meninggalkan Malang, ada baiknya singgah membeli oleh-oleh khas Malang berupa kue pia di ujung utara Jalan Soekarno-Hatta ini.

Belok kanan di Bundaran Monumen Pesawat Tempur MIG-17 Fresco, Anda akan menemui Punel Dorayaki, Kedai Aceh, Ketan 46, dan Sego Duro yang berjajar ke arah timur. Lalu ada Rumah Makan Ringin Asri yang menyajikan pemandangan pohon beringin tua di depannya ketika Anda makan di sana.

Berlanjut ke sebelahnya, ada warung pangsit mie bakso Pak Tukimin dan Bubur Ayam & Ronde Timlo 88. Ada pula IBC 76 yang menyediakan ikan bakar. Bakso Bakar Pakdhe pun menawarkan sensasi tersendiri dalam menyantap makanan khas Malang tersebut. Sate ayam ponorogo ada di sebelahnya. Ada pula Bakso Solo Suhat, Toast Story, Pak Cik Abin, Ceker Dinamit, dan Warung Godheg.

Nasi Goreng Rempah Mafia yang tenar di kota ini juga ada di Suhat. Pia Cap Mangkok sebagai kuliner oleh-oleh khas Malang ada di sebelahnya. Di deratan ini juga ada Bakso Kota Cak Man yang sejauh ini menjadi maskot kuliner Malang. Sambel Maknin ada di sisi timurnya. Ada pula Hope Cafe and Resto, Oleh-oleh Kota Malang, Cak Pi’i, Rumah Minang Masakan Padang, dan Kaisar Jus berjajar sebelum memasuki gerbang Jalan Borobudur.

Kita putar balik di U-turn Jalan Borobudur, lalu kembali ke Jalang Soekarno-Hatta sisi sebaliknya. Ada Bubur Ayam Kayungyun yang siap menggoda selera makan kita. Tak kalah yummynya, ada Griya Bebek dan Ayam Nelongso bagi pecinta lalapan dan penyetan. Yan Pangsit Mie ada di sebelahnya. Sementara untuk cemilan, ada Citra Cakes yang menyediakan aneka kue.

Dapur Bambu Alima bersebelahan dengan Rawon Djenggot menawarkan sensasi yang berbeda. Lawang Agung, pusat kurma dan oleh-oleh terletak di sisi baratnya. Labore Coffee Eatery di sebelahnya bisa menjadi alternatif tempat ngopi yang nyaman. Ada Hobbies Kitchen di sebelahnya, berderet dengan Ilo Bakery yang menawarkan roti dengan berbagai pilihan. Kalau Anda suka kuliner iga bakar dan sop buntut, silakan mampir di warung Sam Nawi di seberang Bakso Cakman. Ada pula Mandiri Corner, semacam drive thru yang menjual makanan cepat saji.

Belok kiri ke arah selatan, ada Topping Cafe yang bisa jadi pilihan alternatif nongkrong menghabiskan waktu di malan Minggu. Di sebelahnya ada Warung Cowek Pawon Solo yang siap menggoyang lidah Anda penggemar masakan pedas. Jangan lupa, mampir juga di Bakso Horeg, warung bakso dengan porsi jumbo. Depot Dapur Kota yang berkonsep pujasera bisa dijadikan referensi tempat nongkrong bersama sahabat.

Bebek Goreng Haji Slamet yang legendaris itu juga ada di Suhat. Di sebelahnya ada Noodle inc Mie Dimsum dan Madonna Coffe n Pizza. Di sebelah utara Taman Krida Budaya ada Racel Risol. Lanjut ke selatan ada Cafe Pangeran Tunggal, Citra Kendedes Cakes n Bakery, Mocha Resto, dan Mochi Maco. Bagi penggemar masakan negeri sakura, ada Kedai Batagor Jepang yang bersebelahan dengan The Jazz Cafe n Lounge, dan Bread Story Outlet.

Di samping gerai jersey, ada Depot Kupang Kraton, Ayam Goreng J&J, Mie Jogging dan Murmer Donat. Kedai Okonomiyaki juga bisa jadi pilihan bagi penggila kuliner Jepang. Sementara itu, Ayam Laos DND dan Nasi Pecel Sambel Tumpang khas Kediri tak enak dilewatkan ketika perut yang keroncongan. Menyantap Ayam Penyet ala Suroboyo dan Ikan Penyet Pangeran Muda menjadi akhir dari wisata kuliner di Suhat kali ini.

Dari beberapa fakta kuliner yang telah disajikan di atas, semoga bisa sedikit membuka mata kita bahwa ketika membicarakan Jalan Soekarno-Hatta alias Suhat di Kota Malang tak melulu pikiran kita langsung tertuju pada kemacetannya yang teramat parah. Apalagi di bulan puasa, kemacetan ini juga sering dimanfaatkan beberapa warga masyarakat untuk menjajakan takjil dan kuliner khas bulan Ramadhan lainnya jelang berbuka puasa.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.