BERBAGI
Maskot fauna Kota Malang, Burung Manyar - Majalahkicau
Maskot fauna Kota Malang, Burung Manyar - Majalahkicau
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Maskot Daerah tak hanya dimiliki oleh Kabupaten Malang, Kota Malang pun memiliki Maskot Daerah, berupa flora dan fauna khas. Berdasarkan SK Gubernur nomor 5225/16774/032/1996 telah ditetapkan bahwa Pohon Andong sebagai flora khas Kota Malang dan Burung Manyar sebagai fauna khas Kota Malang.

Setelah terbitnya SK Gubernur itu, Bagian Lingkungan Hidup Kota Malang sempat ingin mengajukan Pohon Palem Raja yang biasanya menjadi tempat bersarangnya Burung Manyar sebagai flora khas Kota Malang, agar serasi. Namun karena SK Gubernur telanjur keluar terlebih dahulu dan tidak bisa direvisi, maka Kota Malang tetap menggunakan Pohon Andong sebagai flora khas.

Dalam rantai makanannya, Manyar yang merupakan maskot fauna Kota Malang, adalah jenis burung pemakan biji-bijian (granivora), meski kadang juga makan serangga-serangga kecil. Burung ini menyukai habitat terbuka seperti padang rumput, tepi hutan, rawa dan persawahan. Biasanya, Manyar mencari makan di tumbuhan akasia berduri atau semak-semak. Burung ini membuat sarang di ujung-ujung cabang pohon yang tinggi, seperti pada pohon kelapa atau pun di rumput gelagah yang berukuran tinggi.

Karena sarangnya yang berbentuk sangat rumit dan unik, dalam Bahasa Inggris burung ini disebut dengan nama Streaked Weaver. Tak mengherankan, lantaran Burung Manyar memang kondang sebagai burung penenun (finches), lantaran kecekatannya dalam menenun daun, ranting, dan serat tumbuhan menjadi sarang tempat tinggal yang sangat indah. Ada pula yang menyebut burung ini dengan julukan burung penganyam.

Manyar termasuk bangsa burung Passerine (penyanyi) kecil yang memiliki hubungan famili dekat dengan jenis Finch. Di Indonesia, dikenal berbagai jenis Manyar yang masuk dalam marga Ploceus anggota suku Ploceidae. Sementara di Asia Tenggara ada empat jenis manyar dan tiga di antaranya terdapat di Indonesia. Mereka adalah Tempua (Ploceus philippinus), Manyar Jambul (Ploceus manyar), dan Manyar Emas (Ploceus hypoxanthus).

Burung Manyar jantan biasanya memiliki mahkota yang berwarna emas, sayapnya berbulu warna dasar kuning, dan berwarna putih dengan bintik bintik berwarna coklat pada dada hingga perutnya. Sedangkan di bawah perutnya dominan berwarna putih. Paruh manyar jantan berwarna hitam, sedangkan kakinya berwarna merah muda. Sementara itu, Manyar betina berbulu kuning di sekitar telinganya dan melingkar dari telinga satu ke telinga lain. Paruh Manyar betina berwarna kuning kemerahan. Manyar jantan dan betina memiliki ukuran tubuh hampir setara yaitu 15 cm.

Manyar termasuk burung sosial karena hidup secara berkelompok dengan burung sejenisnya. Selain itu, Manyar terkenal sangat ulet, sabar dan tak kenal putus asa, seperti tampak ketika dia membuat sarang. Mulai April hingga Oktober merupakan musim berkembangbiaknya. Manyar betina akan bersedia dikawini oleh Manyar jantan jika si betina merasa tertarik dengan bentuk sarang yang dibuat Manyar jantan. Sebaliknya, jika Manyar betina tidak merasa tertarik dengan sarangnya, maka proses pembuahan tidak akan terjadi. Uniknya, jika si betina tidak menyukai sarang yang dibuat oleh si jantan, maka si jantan akan menghancurkan sarang itu dan akan berusaha membuat sarang baru yang lebih indah demi menarik perhatian si betina.

Maskot flora Kota Malang, Tanaman Andong - Tanobat
Maskot flora Kota Malang, Tanaman Andong – Tanobat

Sementara itu, maskot flora Kota Malang, Pohon Andong, memiliki nama ilmiah Cordyline Fruticosa (Linn) A Cheval. Andong merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Lilliaceae atau bawang-bawangan. Di daerah-daerah di Indonesia Andong memiliki sebutan lain, seperti Bak-Juang, Bobolo, Senjuwang (Sulawesi), Hanjuang, Kayu Urip (Jawa), Tawaung (Nusatenggara). Sedangkan dalam Bahasa Inggris, Andong disebut Limietstruik, Grenzdrachenbaum, Lily Palm, dll.

Tanaman Andong merupakan jenis tanaman perdu tegak yang tingginya bisa mencapai dua sampai empat meter. Dalam kehidupannya, belum pernah ditemui Pohon Andong yang memiliki cabang. Andong sering digunakan sebagai tanaman hias, tanaman di pemakaman atau sebagai tanaman pagar rumah. Andong biasa tumbuh di dataran rendah sampai dengan ketinggian 1.900 meter di atas permukaan laut (mdpl)

Andong memiliki ciri khusus yaitu pada batang bekas daun yang rontok akan terlihat berbentuk cincin. Tanaman ini berdaun tunggal, dengan jenis warna daun merah kecoklatan (disebut dengan andong merah), dan berwarna hijau daun (disebut dengan andong hijau). Fisik daunnya berbentuk lanset yang panjangnya sekitar 30-50 cm. Lebar daunnya antara 5-10 cm. Ujung dan pangkal daunnya berbentuk runcing. Pada ujung batang daun tampak berjejal dengan susunan seperti spiral. Bunganya berbentuk malai, dengan panjang sekitar 30 cm, berwarna dadu atau hijau ungu, dan ada juga yang berwarna kuning muda. Andong juga memiliki buah yang biasa disebut buah buni.

Pohan Andong terbilang bermanfaat, karena daunnya bisa dipakai sebagai pembungkus makanan atau bacang. Tak heran jika tanaman ini wajib dibudidayakan. Pelestarian tanaman Andong ini bisa dilakukan dengan cara stek atau pemisahan tunas.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.