BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Arca Dwarapala, sebuah patung yang terbuat dari batu yang terdapat di dekat Candi Singosari yang terletak di sisi kiri Jalan Kendedes, Candirenggo, sebuah patung besar yang berlokasi tidak jauh dari candi ini berupa patung raksasa yang besar.

Patung yang merupakan terbesar di Indonesia ini adalah peninggalan kerajaan Singosari yang pernah berkuasa pada tahun 1222-1293 di sekitar candi tersebut ada dua buah arca yang masing-masing dipisahkan oleh jalan raya itu. Letak kedua arca tersebut berada disisi kiri dan kanan jalan utama desa Candirenggo yang membujur dari timur ke barat. Arca raksasa yang sebelah kiri (selatan) berada diatas pedestal buatan yang dibuat sekitar tahun 1982 sewaktu arca tersebut diangkat dari kondisinya yang tenggelam sebatas perut menghadap utara.

Arca Dwarapala ini ada karena merupakan sebuah penjaga. Dwara berarti jalan dan Pala berarti penjaga, yaitu menjaga pintu gerbang masuk menuju keraton. Keberadaannya di Singosari ditemukan oleh Gubernur Jawa yaitu Nicolas Enderhard pada tahun 1803.

Rupa Arca Dwarapala di seluruh Indonesia ini sebenarnya berbeda-beda, sesuai dengan gaya seniman dahulu (selain di Malang juga ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta). Tetapi semuanya mempunyai kesamaan yaitu punya wujud yang menyeramkan, untuk di Malang sendiri sang arca punya mata yang melotot dan memegang gada dengan cara yang berbeda.

Arca saat di zaman Belanda
Arca saat di zaman Belanda

Arca yang berada di selatan jalan yang menghadap ke utara posisi tangan kanan memegang gada, sedangkan tangan kiri diletakkan di lutut dengan kondisi jongkok. Sementara yang berada di sebelah utara jalan menghadap ke timur, tangan kanannya memberikan kode dua jari, sedangkan tangan kirinya memegang gada yang dibalik. Perbedaan ini konon dikarenakan berbedanya tugas, arca yang memberikan kode dua jari adalah mengingatkan rakyat untuk taat beragama.

Kedua Arca tersebut ada mahkota yang diberi ukiran ular dan dengan lambaian tengkorak. Pada telinga terdapat anting yang juga bermotif tengkorak, termasuk pula kalung yang berada di leher juga bermotifkan sama. Hiasan Arca Dwarapala masih ada yaitu menggunakan selempang dengan hiasan ular yang menyilang, sedang di lengan juga ada hiasan ular.

Dari catatan yang ada dengan perbandingan foto di zaman dahulu, diperkirakan jika Arca Dwarapala tidak berpindah dari posisinya. Perpindahan itu memang seperti mustahil dilakukan karena patung tersebut mempunyai berat hingga 40 ton dengan jarak sekitar 50 meter. Tidak berubahnya posisi arca menandakan jika dulu wilayah tersebut adalah jalan menuju ke sebuah kerajaan atau istana kerajaan Singosari. Sayang, hingga saat ini masih belum diketahui dimana lokasi istana kerajaan itu dulu.

Untuk menuju kesana sangat mudah, karena Anda bisa langsung ke arah barat dari perempatan Kendedes Singosari. Jalan menuju kesana juga mudah karena bisa ditempuh dengan mobil. Dan ongkosnya masuknya masih gratis.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.