BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Apa saja yang dibutuhkan seorang siswa atau siswi kelas 4 SD saat bersekolah di era 2000-an? Pertama, buku tulis sesuai mata pelajaran dan tidak lupa buku cetaknya. Kedua, tentu saja alat tulis yang disimpan di kotak pensil yang cukup besar dan komplit, lengkap dengan orotan, penyimpan penghapus bahkan cermin. Ketiga, tidak lupa tas koper atau orang Jawa Timuran khususnya Malang akrab dengan sebutan ‘tas geret’ untuk menyimpan semuanya agar tidak berat dan menyakitkan punggung.

Tapi bagaimana dengan generasi 50-an? Apakah sekomplit itu? Bila tahun 2000-an tas koper menjadi tas idaman semua siswa atau siswi berbeda sekali dengan keadaan kurang lebih lima puluh tahun yang lalu, sangat simpel dan sederhana. Ya, mereka hanya butuh sabak dan grip!

Mulai lupa bentuk sabak dan grip? Mari kita lihat foto di bawah ini:

Sabak via satujam.com
Sabak via satujam.com

Dengan grip sebagai alat tulisnya akan menjadi seperti ini:

sabak-untuk-sekolah
Sabak saat digunakan menulis via satujam.com

Sabak dan grip ini dua hal yang harus dibawa atau bahkan untuk ke sekolah hanya perlu dua hal ini saja dan tidak bisa terpisahkan. Sabak dan grip merupakan alat tulis zaman dahulu, yaitu ketika penjajahan kolonial Belanda masih berlangsung di Indonesia, ketika SD masih disebut SR (Sekolah Rakyat).

Sehingga murid-murid zaman dahulu tak memiliki buku catatan karena keterbatasan media, sabak ini digunakan digunakan agar lebih memahami materinya. Buku memang sudah ada di zaman ini, namun harganya masih terbilang cukup mahal di Indonesia. Sehingga sabak dan grip lah jalan pintasnya.

Menulis di sabak ini tidak terlalu susah karena terdapat garis yang akan membantu kita dalam menulis, jadi dapat dijamin tulisan kita akan lebih rapi. Untuk membersihkan sabak kita cukup mencucinya dengan air atau menggosoknya dengan arang. Sabak bisa untuk menulis, berhitung atau menggambar. Guru memberi nilai dengan kapur pada sabak, lalu anak-anak menempelkan pada pipi mereka. Cukup unik bukan proses pembelajarannya?

Bila di era modern seperti saat ini mungkin seperti tab, kita mengetahui bahwa anak zaman sekarang membawa tab tak lagi menjadi barang mewah. Bahkan tab menjadi media pembelajaran. Kita harus berterima kasih pada perkembangan teknologi yang mampu membuat proses pembelajaran anak cucu kita lebih nyaman lagi.

Ukuran sabak via satujam.com
Ukuran sabak via satujam.com

Apakah Anda bagian dari pengguna sabak dan grip? Apakah Anda masih mengingat kenangan-kenangan tesebut? Bila iya Anda bisa berbagi lewat komentar di bawah ini, ceritakan bagaimana kenangan atau kesan Anda saat menggunakan alat tulis yang saat ini telah menjadi hal penting di dalam museum.

sumber foto: duajurai.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.