BERBAGI
Akademisi UMM bicarakan Arema - aremafc.com
Akademisi UMM bicarakan Arema - aremafc.com

Arema sebagai klub kebanggaan Malang Raya rupanya tak hanya menjadi topik pembicaraan sehari-hari bagi Aremania. Terbukti, kalangan akademisi UMM pun tertarik untuk ikut angkat bicara.

Hal itu tampak dalam sebuah diskusi yang dilangsungkan di Gazebo Universitas Muhammadyah Malang (UMM), Sabtu (23/4) siang. Tema “Arema Identitas kultural bisnis dan ideologi” diangkat oleh panitia penyelenggara diskusi.

Mewakili manajemen Arema, Media Officer Sudarmaji hadir sebagai pembicara, didampingi Direktur Radar Malang, Kurniawan Muhammad. Rektor UMM, Fauzan membuka diskusi tersebut.

Meski dikemas santai, sebagaimana gazebo sebagai tempat untuk rileks bagi mahasiswa, forum tersebut tetap berlangsung seru. Terlebih Arema hadir bukan hanya sebagai klub sepak bola, namun saat ini juga menjelma sebagai sebuah kekuatan kultural Arek-arek Malang, bahkan yang bukan suporter sekalipun.

“Arema sudah menjadi semacam simbol semangat masyarakat Malang, bukan hanya yang berada di Malang, tetapi di mana pun, di luar negeri saya juga pernah melihat warung Arema,” ujar Kurniawan, seperti dilansir laman resmi klub, aremafc.com.

Lebih lanjut, bos koran yang bernaung di bawah Jawa Post Group itu menambahkan bahwa Arema memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tujuan wisata olahraga di Malang. Dicontohkannya, hal tersebut sudah dilakukan oleh klub-klub sepak bola luar negeri, terutama di Eropa.

“Potensi ke arah sana ada, tinggal bagaimana Arema¬† mengemasnya,” tandasnya.

Di sisi lain, Rektor UMM, Fauzan, mengungkapkan bahwa Arema dan kampus yang dipimpinnya mempunyai cerita romantis di masa lalu. Kisah jalinan kerjasama simbiosis mutualisme itu terjadi di musim 2000.

“UMM pernah melakukan kerjasama dengan mendukung Arema di babak 8 besar kala itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Sudarmaji menekankan pentingnya diadakan diskusi seperti yang digelar di UMM itu. Pasalnya, kalangan akademisi pun dapat menyumbangkan pemikiran mereka demi perkembangan Arema ke depannya.

“Sangat menarik diskusi semacam ini, karena bicara Arema berhubungan dengan banyak pihak, salah satunya adalah akademisi,” pungkas pria asal Banyuwangi ini.