BERBAGI
ngabar harum iv
ngabar harum iv

Pertemuan Rabu malam itu, Alhamdulillaah dapat dilaksanakan. Beberapa kali tertunda karena ada beberapa orang yang tidak bisa hadir. Saya juga tidak canggung menghadirinya. Beberapa hadirin sudah saya kenal. Sebagian besar adalah wajah baru, sahabat baru saya. Tapi yang lebih penting sambutan mereka sudah seperti saudara sendiri. Itulah Paguyuban Genaro Ngalam (baca : Orang Malang). Kami singkat menjadi GN. Sekumpulan orang yang pernah mengenyam pendidikan di Kota Malang dan menetap di Jakarta dan sekitarnya. Mereka berkumpul bersama melakukan kegiatan amal, aktivitas sosial.

Kali ini saya diberikan amanah oleh Pembina GN, Laksamana Muda Agung Pramono dan Ketua Paguyuban, Mas Sasangka ‘Tommy’ Hadi, untuk memimpin salah satu kepanitiaan kegiatan GN. Ketiban sampur seperti kata Cak Kartolo, salah satu komedian ludruk Jawa Timur yang kondang itu. Puji syukur hampir seluruh hadirin mendukung. Tenaga, pikiran dan tentu saja, dana.

Panitia apa itu ?

Silaturahim sebelum lebaran tiba sudah menjadi tradisi. Perantau dari Malang Raya yang di Jakarta juga bagian dari agenda besar tahunan itu.Tradisi yang punya dampak menggerakkan ekonomi daerah. Punya efek domino. Penelitian Balitbang Kemenhub tahun 2014, perputaran uang selama mudik dan libur lebaran sekira Rp. 15 Triliun. Khusus Jawa Timur saja, sebesar Rp, 2,5 Triliun. Masya Allah.

Masalah utama adalah ketersediaan moda angkutan yang punya kapasitas terbatas. Supply lebih kecil dari pada demand. Belum lagi biaya mudik yang tidak sedikit. Tarif bis Jakarta-Malang saat Lebaran bisa dikisaran Rp. 450ribu – 600ribu. Itu sekali jalan. lho. Jika berencana mudik satu keluarga, suami istri dengan 2 anak, maka setidaknya harus menyiapkan dana transportasi Rp. 3,6juta – 4,8juta pergi pulang. Lumayan besar, bukan ? Pemerintah dan perusahaan pun banyak yang menyediakan program mudik gratis. Setidaknya, meringankan setengah biaya perjalanan. Tapi itu pun belum memadai.

GN terpanggil untuk turut serta menjadi salah satu elemen itu. Memberi kemudahan mudik. Sumbangsih yang belum seberapa besar, namun setidaknya sedikit membantu menyelesaikan masalah transportasi. GN pun menggagas, Ngalup Bareng Murah atau disingkat ‘NGABAR HARUM’. Ngabar singkatan dari NGALUP BARENG (pulang bersama). Harum adalah kata yang dieja dari belakang dari kata MURAH. Khas Arek Malang. Frase kata itu pun jadi trade mark hingga penyelenggaraan yang ke-4, tahun 2016 ini. Insya Allah disiapkan 20 bis atau setara SERIBU KURSI.

Lho ? Kok ada kata ‘MURAH’ ? Bukan gratis ?

Memang benar, panitia membuat keputusan bahwa ada kontribusi Rp 100ribu per orang (per penumpang yang duduk sendiri). Ini sebenarnya bukan tarif. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak pendaftar yang pada hari H membatalkan hadir. Sayang sekali. Karena ketika itu banyak antrian. Mereka tidak terangkut karena kuota memang terbatas. Kemampuan kami belum besar. Karena keterbatasan kami, hanya ada 1.000 kursi. Itu setara 20 bus. Alhasil, banyak yang kecewa tidak kebagian kursi. Kalah cepat. Bayangkan, jika saat akhir keberangkatan ada yang mengurungkan niat, maka ia menutup peluang orang yang akan mudik juga, bukan ?

Oleh karenanya, kami memberikan semacam uang konfirmasi sebesar 100ribu per orang. Maksud kami adalah memberikan rasa tanggung jawab. Kalau batal, maka ada semacam kehilangan uang 100 ribu per orang. Sayang, bukan ? Tapi jangan khawatir, uang ini pun akan dikembalikan dalam bentuk natura. Ada bekal untuk buka puasa, cindera mata, dll. Insya Allah jika diuangkan, nilainya melebihi dana yang telah dikeluarkan. Kami berkomitmen bahwa kegiatan ini murni sosial, bukan komersial.

Ini mudik untuk siapa ?

Kami memberikan prioritas kepada perantau yang bekerja di sektor informal. Bisa juga pelajar dan/atau mahasiswa yang bersekolah di Malang yang kebetulan sedang kerja praktek atau magang di Jakarta Raya (Jabodetabek). Kami ingin sedikit meringankan biaya mudik, sehingga dana atau THR yang dimiliki dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Silaturahim tetap bisa dilangsungkan, harapannya masih ada buah tangan yang dibawa serta.

Kami juga mengemas acara ini tetap fun, aman dan nyaman. Titik keberangkatan, insya Allah dilakukan di Komplek Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan pada SABTU 2 Juli 2016 pukul 7 pagi. Terima kasih, Korps Marinir ! Guna mengumpulkan lebih cepat dan koordinasi relatif lebih mudah. Acara juga diselingi pembagian door prize serta penglepasan oleh panitia. Lumayan buat oleh-oleh di rumah.

Tahun lalu, ketika tiba di Malang setelah perjalanan 19-20 jam, rombongan disambut oleh Walikota Malang, Abah Anton. Tidak sekedar disambut, lho. Beliau juga memberikan cindera mata bagi peserta. Insya Allah tahun ini, beliau berkenan menyambut kembali. Kami juga berupaya hal yang sama kepada Walikota Batu, Pak Eddy Rumpoko di Batu. Pun Bupati Malang, Pak Rendra Kresna di Kepanjen.

Kebahagiaan tersendiri bagi kami, ketika banyak saudara kita yang merasakan manfaat atas kegiatan ini.

Mohon doa dan dukungan sahabat semua, bagi keamanan, keselamatan dan kelancaran event ini.

Anda ingin menjadi bagian dari kegiatan amal ini ? Sahabat ingin memberikan donasi untuk event ‘NGALUP BARENG IV 2016 ?

Rekening Donasi :

BCA | 474 000 9856 | an Nana Andeina Kemala

Mandiri | 128 000 007 2931 | an Nana Andeina Kemala
Silakan kontak dan memberikan konfirmasi kepada saya, ARI WIJAYA, 0811-1661-766 atau kepada Bendahara Panitia Ngabar Harum IV 2016 : Mbak NANA IRAWAN, 0811-191-1526 dan Mbak ERRY SOEKOTJO, 0811-960-827

Donasi sahabat, apa pun dan berapa pun akan kami catat dan salurkan dengan baik. Insya Allah.

Jika ada calon pemudik yang direkomendasikan, silakan mampir di Jl. Wijaya 1 No. 75, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, (021) 722 9370 ada Mbak Uun yang stand by. Formulir dan urusan administrasi, kami pusatkan di sana. Itu kantor seberang asrama PTIK yang juga dijadikan sekretariat untuk kegiatan ini atas kebaikan Mbak Erry Soekotjo.

Semoga setiap langkah, upaya dan resources yang kita pikirkan, niatkan dan tunaikan, menjadi catatan amal sholeh kita.

Semoga Allah Tuhan Yang Maha Pengasih membalas dengan kebaikan.

Tulisan ini dari: Blognya panitia Kang Ariwijaya