BERBAGI
Boneka-boneka Sipupa. Dari kiri atas ke kanan bawah, Didi, Alfa, Igor, Piyo, Owli. | instagram @sipupamlg
Boneka-boneka Sipupa. Dari kiri atas ke kanan bawah, Didi, Alfa, Igor, Piyo, Owli. | instagram @sipupamlg

Boneka merupakan salah satu mainan laris sepanjang masa.

Berkembangnya zaman menuntut manusia untuk selalu kreatif dan inovatif memanfaatkan peluang. Tak terkecuali berlaku juga pada boneka. Tepatnya boneka tangan.

Pada 19 April 2014, terbentuklah komunitas Sipupa Malang. Sipupa merupakan singkatan dari Psikologi Pupa. Pupa sendiri berarti boneka tangan yang diambil dari kata bahasa Inggris yakni puppet.

Sipupa Psychology Puppet hadir berkat pemikiran-pemikiran dari Ari Pratiwi, S.Psi., M.Psi. selaku dosen Psikologi Universitas Brawijaya dan beberapa mahasiswanya.

Sesuai dengan namanya, komunitas ini bergerak dalam bidang psikologi. Anak-anak merupakan prioritas utama sebagai penikmat Sipupa. Hal ini dikarenakan psikologis anak-anak yang rentan terkena pengaruh dunia luar.

Komunitas yang menggunakan boneka tangan sebagai media penyampaian pesannya ini selalu menghibur penontonya dengan cerita-cerita yang edukatif. Tak luput juga mereka selalu menyisakan pesan-pesan tersirat dari setiap penampilannya.

Screenshot_2016-06-26-01-53-20
Sipupa tampil di Jatim Park 1, Batu. | Instagram @sipupamlg

Igor si harimau pemberani, Owli si burung hantu yang bijaksana, Piyo si ayam kecil yang cerewet, Alfa si gajah pemalu, dan Didi si rusa tukang tidur adalah karakter-karakter yang selalu tampil di Sipupa’s puppetshows.

Sesuai dengan karakter yang diberikan, akan selalu muncul tingkah-tingkah yang mengundang gelak tawa penonton di setiap pementasannya. Piyo yang cerewet sering mengganggu Didi yang sedang asyik bermalas-malasan. Si Owli yang selalu menasehati teman-temannya untuk berbuat baik. Alfa yang kurang memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk tampil di depan orang. Lalu ada Igor, selain pemberani ia juga pemberi semangat bagi kawan-kawannya.

Cerita yang dihadirkan kelima karakter tersebut selalu disesuaikan dengan kehidupan keseharian anak. Hal inilah yang memudahkan stimulus berisi nilai-nilai pendidikan karakter memengaruhi psikologis mereka. Dengan begitu, secara tak langsung anak-anak akan menerapkan pesan moral dari rangkaian cerita tersebut di kehidupan sehari-hari.

Pemilihan boneka tangan beserta karakternya ialah agar anak-anak tertarik dan tidak bosan untuk menontonnya.

Tidak hanya melakukan pertunjukan secara langsung di sekolah-sekolah maupun event-event tertentu. Igor, Owli, Piyo, Alfa, dan Didi juga pernah berkesempatan tampil di layar kaca. Gajayana TV adalah stasiun TV lokal yang pernah menjadikan Sipupa sebagai salah satu program TV-nya.

Tak berhenti disitu saja, kini sipupa telah memiliki souvenir seperti gantungan kunci yang bisa dimiliki khalayak ramai. Dengan membeli souvenir tersebut, berarti masyarakat telah membantu keuangan dari setiap pertunjukan Sipupa. Selain itu juga merupakan strategi pengenalan Sipupa di daerah-daerah lain sehingga tersebar luas di luar Malang.

Screenshot_2016-06-26-01-56-15

Sipupa tampil di Merbabu Family Park. | Instagram @sipupamlg

Hiburan yang penuh akan nilai-nilai pendidikan karakter ini cocok untuk anak-anak yang ingin memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif. Dengan hadirnya Sipupa diharapkan perkembangan psikologis anak-anak semakin baik juga selalu berpikiran positif dan optimis.