BERBAGI
Kisah Bian Gindas Hijrah dari Dangdut ke Pop Melayu (C) KAPANLAGI
Kisah Bian Gindas Hijrah dari Dangdut ke Pop Melayu (C) KAPANLAGI

Tak banyak yang menyangka jika Bian Gindas, mantan vokalis grup band D’Bagindas sebelumnya adalah seorang penyanyi dangdut. Artis kelahiran Malang itu kemudian hijrah ke ranah musik pop melayu.

Penyanyi bernama asli Benny Rianto itu memulai karir dari panggung musik dangdut. Bahkan, pria yang lahir di Malang, 3 Maret 1986 itu sempat menjadi salah satu finalis sebuah kontes dangdut ternama.

Pada tahun 2009, grup band D’Bagindas yang digawangi Mike, Dandy dan Tile, tengah mencari vokalis. Bian pun tertarik mencoba peruntungan di jalur grup band bersama D’Bagindas. Debut perdananya sebagai vokalis band beraliran pop melayu diukir setahun kemudian, kala D’Bagindas merilis album pertamanya, C.I.N.T.A.

Nama Bian kian berkibar di belantika musik tanah air setelah single C.I.N.T.A mulai populer di telinga penikmat musik Indonesia. Kesuksesan itu memotivasi Bian dan D’Bagindas-nya menelurkan album kedua. Album musik yang diberi judul Yang Nomor 1 itu dirilis pada tahun 2011.

Karakter suara Bian sendiri sebenarnya pas-pasan. Suara serak-serak basahnya yang sekilas mirip Ariel NOAH, justru melambungkan namanya. Karakter cengkok dangdut berhasil dikolaborasikannya dengan gaya pop melayu yang kemudian melahirkan lantunan vokal khas D’Bagindas.

Di awal karirnya menapaki industri musik nasional, Bian menyempatkan diri meminang wanita pujaannya, Samrotul Sa’diyah. Dari pernikahannya tersebut, Bian dikaruniai seorang anak perempuan, yang diberi nama Cinta Kanaya Nebiyansyah. Sayang, kisah cinta mereka tak bertahan lama, karena di awal tahun 2013, sang istri menggugat cerai Bian di Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Dugaan perselingkuhannya dengan seorang penyanyi dangdut bernama Devi Citra menjadi pemicunya. Terlebih saat foto-foto mesra mirip Bian dan si pedangdut tersebar luas di dunia maya.

Diakui atau tidak, kasus perceraiannya dengan mantan istri turut mempengaruhi merosotnya karir Bian. Apalagi, band D’Bagindas yang digawanginya juga terserang badai perpecahan. Setelah memutuskan keluar, dua tahun kemudian, tepatnya di tahun 2015, Bian berusaha bangkit dengan mendirikan band baru yang dinamai Bian Gindas. Band ini didirikan Bian bersama sahabat-sahabat lamanya di Malang, yakni Ardhi Winata (gitar), Ajie Hangesti (bass), dan Safir (drum). Asa baru Bian bersama band anyarnya kian membuncah kala album Ku Bisa Merindu dirilis di tahun yang sama. Band ini pun masih mengusung warna musik pop melayu yang membesarkan nama Bian di belantika musik Indonesia.