BERBAGI
sejarah perkedel
Apakah Anda mengetahui sejarah dari perkedel? Foto: Wikimedia Commons

Belanda yang bertahun-tahun menjajah Indonesia tentu mewariskan berbagai kebudayaan, salah satunya kuliner. Tak hanya leker saja yang sampai saat ini dikenal dan bahasa berasal dari Belanda, tapi ada berbagai kuliner lainnya seperti perkedel.

Ya, perkedel memang makanan warisan Belanda. Dari bahasanya, perkedel sebenarnya berasal dari Bahasa Belanda ‘frikadeller’, namun karena orang Indonesia susah mengucapkan huruf ‘f’ dikenal lah Perkedel ini. Awal dari Frikadeller ini sebenarnya dari Perancis bernama fricandeau. Kemudian orang-orang Perancis pada masa Napoleon menguasai Negeri Belanda dan turut mengenalkan makanan tersebut di wilayah koloninya.

Dari bentuk antara Perkdel dengan Frikadeller memang berbeda, mari membandingkan foto Perkedel di atas dengan Frikadeler di bawah ini.

sejarah perkedel warisan belanda
Begini lah bentuk Frikadeller. Foto: Wikipedia.

Bentuknya memang cukup berbeda, apalagi warnanya. Daripada Perkedel, Frikadeller terlihat lebih besar, tebal dan padat. Sedangkan Perkedel lebih dibentuk kecil dan dilapisi oleh telur di bagian luarnya. Lantas, apa yang membuat Perkedel dengan Frikadeller ini sama? Selain karena namanya yang mirip, ternyata cara atau seni memasaknya hampir sama.

Adanya Perkedel membuktikkan bahwa beberapa cara memasak orang Indonesia diwarisi dari bangsa Belanda. Frikadeller di Belanda merupakan makanan yang terbuat dari daging cincang, dilumat dan digoreng. Cukup mirip dengan perkedel, yakni dibuat dengan kentang dan dibubuhi sedikit daging cincang atau kornet lalu digoreng.

Namun ada juga sejarah yang mengatakan bahwa Frikadeller yang akhirnya disebut perkedel atau bergedel di Jawa Tengah ini memang berbahan dasar kentang, dihaluskan dan ditambahkan sedikit daging giling sapi, ikan atau bahkan babi. Sejak saat itu orang Indonesia mulai memodifikasi dengan bahan dasar tempe dan tahu. Sehingga yang diubah adalah daging olahannya, sampai pada akhirnya lebih dominan kentang pada perkedel.

Namun yang jelas, ternyata kuliner yang akrab dinikmati kita dengan sup ayam dan nasi hangat satu ini ternyata warisan Belanda. Bila di rumah Anda memasak perkedel, biasanya Anda menikmatinya dengan sayur atau lauk apa lainnya? Bagikan di kolom komentar di bawah ya!