BERBAGI
Kaos Walikan Khas Malang Usung Misi Pebisnis Muda (C) SEPUTAR MALANG
Kaos Walikan Khas Malang Usung Misi Pebisnis Muda (C) SEPUTAR MALANG

Kaos Walikan merupakan produk clothing yang berani mengusung ide unik, yakni menjadi merchandise oleh-0leh khas Malang seperti halnya Bali dengan Joger-nya, Jogja dengan Dagadu-nya, Surabaya dengan Cak Cuk-nya, atau Semarang dengan Iwak Bandeng-nya. Pencetusnya adalah trio Cici, Dinar dan Ari yang tergolong sebagai pebisnis muda.

Cici selaku salah satu pemilik Kaos Walikan mengatakan bahwa ide unik yang mereka usung itu terinspirasi dari local content budaya malang, khususnya tari dan topeng. Secara personal, maupun produk, Kaos Walikan tentu masih kalah start ketimbang pesaing mereka seperti Khaos Pari’an, Soak Ngalam, atau Kunam. Namun, ketiga srikandi pemilik Kaos Walikan itu sendiri yang menjadi pembeda. Mereka masih muda, bahkan masih mengenyam bangku kuliah ketika pertama kali membangun bisnis mereka itu. Namun demikian, sebagai pebisnis profesional, mereka tetaplah berorientasi bisnis murni dalam mengembangkan Kaos Walikan. Selain itu, ketiganya memiliki visi yang luar biasa, yaitu menyebarkan virus entrepreneurship di kalangan generasi seusia mereka.

Sebagai bisnis clothing baru di Malang, Kaos Walikan terbilang memiliki spirit ekspansi yang meledak-ledak. Hal ini dibuktikan dengan tiga showroom yang mereka launching dalam waktu yang hampir bersamaan. Tak tanggung-tanggung, di tahun pertama berdirinya, Kaos Walikan sudah memiliki tiga showroom, yaitu di Ruko Griya Shanta-Soekarno Hatta, Lower Ground Floor Malang Town Square (Matos), dan Batu Town Square (Batos). Khusus untuk showroom yang terakhir di Batos, Cici sang pemilik mengaku agak spekulatif, lantaran traffic pengunjung mall tersebut masih lah relatif sepi. Meski demikian, ikon Batu sebagai kota wisata membuat rasa optimis mereka melebur anggapan orang soal spekulasi tersebut.

Untuk penjualannya, Cici tak mau terpaku di tempat dan menanti pengunjung datang. Di era digital seperti dewasa ini, Kaos Walikan pun ogah ketinggalan memanfaatkan media sosial sebagai jalan promosi. Selain itu, mereka pun memiliki program-program menarik untuk memikat pelanggan baru tiap pekannya. Salah satunya adalah program Saturday is My Lucky Day yang digeber untuk pembeli yang beruntung. Undian akan dilakukan tiap hari Sabtu, dan berhak mendapatkan hadiah sesuai dengan yang disediakan.

Disinggung soal visi menyebarkan virus entrepreneurship di kalangan generasi seusia mereka, Cici mengaku terinspirasi oleh sebuah kata mutiara, yakni “Suatu negera semakin makmur apabila jumlah entrepreneurnya dominan dibandingkan jumlah karyawan atau pekerjanya”.