BERBAGI

Keberadaan Bendungan Sutami yang membentang luas di Malang hingga Blitar memberikan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah keberadaan transportasi ojek perahu menghubungkan desa-desa di tepi Bendungan.

Salah satunya adalah ojek perahu yang menghubungkan Desa Tlogosari di Kecamatan Pagak dengan Dusun Kecopokan di Kecamatan Sumberpucung. Ojek perahu tersebut sudah menjadi kendaraan sehari-hari bagi warga yang ingin menyeberang.

Alasannya, jika menempuh jalan darat akan membuang waktu lebih jauh dan lebih lama. Misalnya jika orang dari Pagak ingin ke Sumberpucung maka akan berjalan memutar dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

“Penyeberangan ini memotong jarak tempuh dari 10 kilo menjadi satu kilo, dengan perahu ini bisa ditempuh kurang lebih 10 menit saja,” kata Sutrisno, sosok yang mengemudikan ojek perahu.

Bentuk dari perahu tidaklah besar seperti yang digunakan pada danau-danau di luar negeri. Melainkan terbuat dari kayu yang disusun sedemikian rupa menjadi perahu. Sepeda motor diletakkan di bagian depan dan ditata hingga muat 6-8 sepeda. Kemudian para penumpangnya duduk di bagian belakang perahu dengan kursi yang ditata berhadapan. Sementara di bagian belakang ada mesin perahu yang dikendalikan oleh pengemudi.

Menurut Kadis tarif ojek ini cukup murah, yakni Rp3000 saja. Sebuah pilihan yang masuk akal dibandingkan harus memutar jalan lebih jauh.

“Kalau ramai pemasukan bisa mencapai Rp1 juta perhari, kalau sepi ya Rp300 ribu, kita bisa memuat hingga 10 sepeda motor jika memang antrian cukup tinggi,” ujarnya.

Satu hal yang biasanya dirasa cukup menghambat adalah debit air, jika debit Bendungan Sutami berkurang maka laju ojek perahu akan melambat. Dan sebaliknya, jika musim hujan seperti ini debit air meningkat dan perahu akan melaju seperti biasa.

 

Selain orang yang menyeberang, ojek ini juga digunakan oleh orang-orang yang berwisata di sana. Mereka ingin merasakan menyeberang bendungan dengan kendaraan yang disebut dengan feri mini ini. Terkadang beberapa pemancing juga menyewanya untuk melontarkan kailnya di tengah danau.

Tak hanya di Dusun Kecopokan, beberapa titik di wilayah Kabupaten Malang juga masih terlihat menggunakan mode transportasi ini. Salah satunya di Desa Jambuer, Kecamatan Kromengan. Warga menggunakan ojek perahu untuk menyeberang ke Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.