BERBAGI
Sepeda Bambu berbentuk Kambing Jantan | Foto: http://www.galeripatungarca.com/
Sepeda Bambu berbentuk Kambing Jantan | Foto: http://www.galeripatungarca.com/

Keindahan dan kekuatan dari bambu membuat Chamim Marka, seniman asal Kepuharjo, Karangploso, Malang ini menciptakan sebuah karya seni yang bernilai tinggi. Karya seni tersebut yaitu sepeda bambu. Tidak semua bambu dapat ia gunakan. Hanya bambu-bambu tertentu seperti Bambu Ori (Bambusa arundinacea).

Bentuk dan tekstur alami dari pohon maupun bambu sudah lama diakui keindahannya. Bahkan sudah dibuat beberapa replikanya untuk mengurangi penggunaan bahan alam. Namun, yang asli tetaplah lebih memikat. Pemilihan Bambu Ori ini karena memiliki sebuah keistimewaan dibandingkan dengan jenis bambu yang lain. Bambu Ori memiliki keunggulan seratnya padat, ruas bambu lebih pendek, lebih lentur dan lebih kuat.

Bambunya sendiri ia dapatkan dari kebun sendiri dengan cara pembibitan. Hal ini dilakukan supaya mudah dalam membentuk bambu yang diinginkan. Dimana umumnya bambu akan tumbuh lurus. Namun, saat pertumbuhannya Chamim membentuk bambu tersebut menjadi lekukan. Bentuk seperti inilah yang menjadi cikal bakal kerangka sepeda seperti stang, bodi, pedal. Pembentukan itu sendiri harus dilakukan saat bambu berumur 10-15 hari (rebung), kemudian dilengkungkan selama3,5 – 4 bulan didalam 6 bulan musim penghujan.

Setelah ukuran bambu disesuaikan, cara selanjutnya yakni menyerut. Bambu diserut agar terlihat tekstur dasarnya. Selain terlihat teksturnya, dari langkah ini juga terlihat perbedaan warna dari sebelumnya. Untuk ornamennya, dibuat dari kuningan dan tembaga yang diukir.

Sepeda Bambu karya Chamim Marka | Foto website artmosfir.blogspot.co.id

Beberapa tahapan telah dilalui, kini saatnya untuk merakit. Tak sembarang merakit, sebab yang diutamakan adalah kenyamanan, maka diperlukan perakitan yang akurat dan presisi.

Bentuk dari sepeda yang berbobot sekitar 20-30 kg ini menyerupai hewan. Bagaimana tidak, jika diperhatikan, nampak seperti ada kepala, badan, dan lain-lain. Dari penampilannya, tiap sepeda bambu ini diberi nama-nama yang juga nyentrik. Contohnya jangkrik, kuntrik, kebo, dan masih banyak lagi.

Melihat bentuk sepeda yang syarat akan nilai seni ini pastilah identik dengan harga yang mahal. Memang benar, untuk orang biasa harganya memang terlampau mahal. Pada tahun 2002, harganya mencapai 20 juta rupiah. Saat ini, harganya sudah menyentuh angka 50-55 juta rupiah. Tentunya, harga ini dipengaruhi faktor-faktor selama pembuatannya. Pembibitan yang lama, kerumitan, ide, dan masih banyak lagi adalah beberapa pengaruhnya.

Dari sini, terbukti bahwa hal yang dianggap biasa oleh sebagian besar orang dapat menjadi sesuatu yang memiliki nilai tinggi. Entah itu nilai seni maupun nilai jual.

Pesan dari Chamim Marka adalah pemuda tak perlu lagi takut untuk menciptakan sesuatu yang baru. Dalam hal ini yaitu mengenai sepeda bambu, dimana bahannya mudah didapatkan.

Yokpo komentare nawak hebak ?