BERBAGI
Monumen sejarah perjuangan KNIP sebelum dibongkar | Foto: Tribunnews
Monumen sejarah perjuangan KNIP sebelum dibongkar | Foto: Tribunnews

Ada satu lagi monumen bersejarah yang ada di kota Malang. Itu adalah Monumen Sejarah Perjuangan KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat). Komite ini merupakan cikal bakal dari DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia).

Monumen ini terletak di Jalan Merdeka Utara, Kiduldalem, Klojen, Malang atau terkenal dengan pusat perbelanjaan Sarinah. Keberadaannya di depan pusat perbelanjaan ini pun tak seperti dulu lagi. Sebab, pihak pengelola Sarinah sudah merenovasinya menjadi sebongkah batu saja. Mereka beralasan bahwa kondisi bangunan sebelum direnovasi sudah lapuk. Sehingga dapat membahayakan pengunjung.

Sejak monumen ini diresmikan, Mei 1992 diketahui belum ada pemugaran sama sekali. Sebelum dibongkar, monumen yang terletak tepat di depan Sarinah ini nampak berdiri kokoh. Terbuat dari beton berlapis marmer berwarna putih.

Di sisi tengahnya, terdapat relief yang menggambarkan suasana rapat KNIP yang dulu digelar di gedung Societit Concordia Malang yang sekarang menjadi Sarinah. Selain itu juga tergambar para tentara bersenjata disana.

monumen sejarah perjuangan KNIP berubah menjadi logo Sarinah dan batu disampingnya
Monumen sejarah perjuangan KNIP berubah menjadi logo Sarinah dan batu disampingnya | Foto kompas.com

Monumen ini tak memakan tempat banyak sebagai tempat pijakannya. Terlebih lagi dengan bentuknya yang mendekati setengah lingkaran. Di bagian kanan relief tertera keterangan nama monumen dan tanggal peresmiannya, yaitu Monumen Sejarah Perjuangan KNIP dan Malang, Mei 1992 di baris bawahnya. Sedangkan di bagian kiri bertuliskan ‘Di tempat inilah pada 25 Februari hingga 5 Maret 1947 para anggota KNIP memancangkan tonggak persatuan untuk berjuang menegakkan kemerdekaan kebangsaan berdasar Pancasila dan UUD 1945’.

Tepat di bagian tengah atas terdapat burung garuda dan di tengah bawah terdapat taman kecil sebagai pemercantik monumen.

Sejak 2016 lalu, monumen yang dulunya megah itu tergantikan oleh logo Sarinah dan sebuah batu andesit di sisi kanannya. Batu berwarna hitam itu bertulis prasasti memuat sejarah keberadaan Sarinah. Hanya batu tersebutlah yang menjadi saksi sidang pleno kelima KNIP saat ini. Sidang tersebut termasuk bersejarah karena digunakan untuk mencari keputusan menyetujui perjanjian Linggar Jati.