BERBAGI
Kisah Nanik, Tukang Tambal Ban Cantik dari Malang Selatan (C) DETIK NEWS
Kisah Nanik, Tukang Tambal Ban Cantik dari Malang Selatan (C) DETIK NEWS

Beberapa waktu lalu kisah beberapa wanita cantik dengan profesi tak lazim yang dijalaninya sempat mencuat. Salah satunya adalah Nanik, tukang tambal ban cantik yang ada di daerah Malang selatan.

Paras cantik tak menghalangi Nanik bergelut menekuni kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh kaum lelaki. Penambal ban berwajah menawan ini setiap hari bekerja di sebuah kios tambal ban di Ampelgading, Kabupaten Malang. Sebuah bedeng berukuran sekitar enam meter persegi menjadi tempatnya membuka lapak tambal ban.

Lokasinya berada di jalur Malang-Lumajang, tepatnya Jalan Raya Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Di tempat itu pula Nanik tinggal bersama Ricko Hari Wibowo (22), suaminya. Pasangan muda ini baru dua tahun lamanya membuka usaha tambal ban untuk memenuhi finansial keluarga kecilnya.

Nanik mengaku tidak terpikirkan sebelumnya untuk menjalani profesi sebagai penambal ban. Kisahnya berawal dari menikah di usia muda dengan pujaan hatinya, Ricko. Suaminya itu awalnya bekerja sebagai tukang servis sepeda motor di bengkel milik orang tuanya. Lokasinya di seberang jalan dari lapak tambal ban yang mereka tampati sekarang ini.

Awalnya, Nanik hanya melihat sang suami saat menambal ban. Suatu saat, ketika banyak pelanggan yang menambalkan ban sepeda motornya di lapak miliknya, Nanik pun ‘terpaksa’ turun tangan ikut membantu sang suami menambal ban.

Pengalaman pertamanya menambal ban yaitu ketika ban sepeda motor yang biasa dipakainya bocor. Tukang tambal ban cantik ini pun nekat membongkar dan menambalnya sendiri dengan cara menganut apa yang pernah diajarkan sang suami. Wajah cantik tak membuatnya risih untuk bersentuhan langsung dengan alat-alat perbengkelan. Bakat dan kecerdasannya berpadu ketika mencoba mengingat ajaran sang suami, lalu mempraktikkannya. Sejak saat itu lapak tambal ban tersebut dipegang oleh Nanik sepenuhnya, sementara suaminya lebih fokus bekerja di bengkel mobil orang tuanya di seberang jalan.

Sejak pagi, pukul 6, lapak tambal ban itu dibukanya. Nanik sama sekali tidak mengalami kesulitan membongkar ban dalam motor untuk kemudian ditambalnya. Jemari lentiknya tampak jelas sungguh lihai menggunakan alat cungkil ban dalam. Kadang Nanik harus membuka lapak itu sampai malam ditemani sang suami yang sudah menyelesaikan semua pekerjaannya di bengkel seberang.

Setiap harinya Nanik mampu meraih pendapatan sekitar 40 ribu hingga 50 ribu rupiah. Pendapatan lapak tambal bannya sangat bergantung pada banyaknya orang yang mengalami ban bocor yang menambalkannya padanya. Kalau lebaran atau liburan tiba, biasanya lapak tambal bannya lebih ramai. Tukang tambal ban cantik ini bisa meraup pendapatan banyak hingga 150 ribu rupiah.

Nanik tidak pernah mengeluh dengan hidupnya. Tugas menambal ban selalu diselesaikannya dengan baik. Sudah ratusan ban motor berhasil ditambalnya selama dua tahun membuka lapak bersama suami. Hanya satu yang membuatnya sedikit kerepotan, yakni saat menambal motor trail. Ban yang berukuran besar serta keras membuatnya harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk membongkarnya.

Ricko sang suami mengaku mengajari istrinya dengan tujuannya agar dapat membantu mencari nafkah. Selain itu, Nanik memang berkeinginan untuk mengabdikan diri demi keluarga. Keduanya tak menyangka lapak tambal ban yang dikelola sempat viral di sosial media lantaran daya tarik Nanik sang tukang tambal ban cantik.