BERBAGI
Berkemah di Coban Baung di Lereng Gunung Kawi (C) KELUYURANBERTIGA
Berkemah di Coban Baung di Lereng Gunung Kawi (C) KELUYURANBERTIGA

Lereng Gunung Kawi tak hanya tenar dengan wisata religinya yang berupa pesarean itu. Tempat ini juga punya wisata air terjun bernama Coban Baung. Lokasinya sangat cocok bagi Anda yang suka mencari tempat-tempat baru untuk berkemah.

Coban Baung ini termasuk objek wisata anyar yang dimiliki Kabupaten Malang, karena baru diresmikan Bupati Malang pada tahun 2015. Terang saja, tempat wisata ini cukup sepi pengunjung. Di area wisata itu juga sangat minim sampah dan aksi corat coret alias vandalism.

Setelah merapat ke pintu masuk coban yang berlokasi di Dusun Gendogo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum ini, sebaiknya Anda menitipkan kendaraan di rumah warga setempat. Pasalnya, di area air terjun sendiri belum ada fasilitas tempat parkir. Selanjutnya, Anda harus berjalan kaki untuk menuju ke lokasi coban dengan menyusuri jalan setapak di tengah-tengah hutan yang sengaja dibuka oleh warga desa. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju ke Coban Baung. Anda tak disarankan melanjutkan perjalanan ketika cuaca tak mendukung atau mendung tiba. Pasalnya, air hujan akan membuat jalanan setapak ini menjadi licin lantaran kontur tanahnya yang didominasi tanah liat.

Di area jalan yang dibuka warga desa setempat itulah terdapat petakan tanah yang disiapkan sebagai bumi perkemahan. Anda yang menggemari tantangan berkemah di alam terbuka mungkin bisa mencobanya. Pemerintah daerah setempat memang sedang gencar-gencarnya menjadikan kawasan Coban Baung ini sebagai salah satu wisata andalan Kecamatan Ngajum dan Kabupaten Malang. Tentunya keseriusan itu harus didukung dengan penyediaan fasilitas pendukung yang mumpuni, seperti tempat parkir, warung, tempat sampah, toilet, dan lain-lain.

Lokasi Coban Baung sendiri tak jauh dari lokasi bumi perkemahan. Hanya saja, untuk menempuh perjalanan menuju ke lokasi air terjun itu Anda harus melalui dulu rimbunnya pepohonan hutan dan jernihnya sungai yang berada di tengah hutan. Anda dituntut untuk selalu waspada, karena jalan yang dilewati sangat licin, rawan pohon tumbang, dan longsor. Apalagi kalo musim hujan datang, maka Anda disarankan untuk membatalkan niat mengunjungi coban ini. Perjalanan dilanjutkan dengan menuruni bukit atau tebing kapur. Demi keselamatan, Anda disarankan untuk menggunakan alas kaki khusus mendaki gunung agar tidak terpeleset.

Jangan banyak mengeluh, karena sesampainya di tempat tujuan, Anda akan melihat betapa indahnya air terjun ini. Menjulang setinggi sekitar 71 meter, air terjun ini bisa dibilang cukup eksotis dan masih perawan. Sayangnya, di beberapa titik masih terlihat banyak sampah yang berserakan, sehingga mengurangi keindahannya. Tentunya dibutuhkan kesadaran pengunjung dan kepekaan pengelolanya untuk mengatasi masalah ini.

Untuk menuju Coban Baung, tersedia jalan yang cukup mudah diakses dari pusat Kota Malang. Dari arah Kecamatan Kepanjen di selatan pusat kota, silakan lewat Pasar Tumpangrejo di Desa Kebobang. Jika melewati jalur menuju pesarean Gunung Kawi yang biasa ditempuh wisatawan, Anda akan memutar lebih jauh. Dari Pasar Tumpangrejo, Anda bisa mengarahkan kendaraan terus ke atas melalui perkebunan kopi. Sampai di perempatan Gendogo yang terdapat pangkalan ojek di salah satu sudutnya, Anda harus belok kiri.

Jalur menuju coban ini bisa juga ditempuh dengan kendaraan umum. Anda bisa naik ankutan umum dari Kepanjen menuju arah Pasar Tumpangrejo, lalu oper ojek yang ada di pasar tersebut untuk menuju ke Coban Baung.

Sebelum berkemah di area Coban Baung, Anda sebaiknya menyiapkan peralatan dan perlengkapan sebaik mungkin. Termasuk persediaan logistik (makanan dan minuman), karena di area bumi perkemahan belum ada warung makan. Jika lupa membawanya, Anda bisa membelinya di Pasar Tumpangrejo yang berada satu jalur menuju Dusun Gendogo.