BERBAGI
Apache Camp Batu | Foto: idphotobook
Apache Camp Batu | Foto: idphotobook

Jika Anda punya waktu ke Batu untuk berwisata dan bosan dengan suasan menginap di Hotel. Maka penginapan dengan konsep di hutan dengan suasana outdoor yaitu Apache Camp perlu dicoba.

Apache Camp adalah sebuah destinasi wisata baru yang ada di Batu yang baru diresmikan pada Desember lalu. Uniknya, saat diresmikan sudah banyak sekali wisatawan yang mengantre untuk menjadi yang pertama merasakan sensasinya. Lokasinya sendiri tepatnya ada di Coban Talun, di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Bumiaji.

Seperti namanya, Apache Camp adalah sebuah rumah bangsa Indian yang dibangun dikawasan seluas 1.500 meter persegi. Bentuk rumahnya seperti kerucut tinggi dan lancip, rumah seperti ini biasa disebut dengan Tapee House. Tenda sendiri terbuat dari bahan kain namun supaya tidak bocor saat hujan maka dibalut dengan terpal tebal.

Di dalam tenda berbentuk kerucut tersebut dilengkapi dengan tempat tidur dan televisi untuk fasilitas interiornya. Ada dua pintu di setiap rumah, satu untuk masuk dan keluar. Sedangkan satunya untuk toilet.

Bisa selfie di Apache Camp | Foto: instagram/marta.ovah22
Bisa selfie di Apache Camp | Foto: instagram/marta.ovah22

Menurut Yahya Agus, sang penggagas. Pembagunan kawasan baru ini difungsikan agar kunjungan wisata ke Coban Talun meningkat. Sehingga sama seperti Coban Rondo, pengunjung tidak hanya melihat air terjun saja melainkan juga menikmati kawasan lain. Apache Camp ini dibangun sebelum Pagupon Camp dibangun.

Di kampung Indian ini ada 20 Apache Camp dengan ukuran 4×4 meter persegi. Di sekitarnya juga dilengkapi kafe outdoor yang di disain seperti kampung Indian Amerika. Setiap camp bisa diisi oleh empat orang.

“Konsep rumah ini adalah membangun wisata Kampung Suku Indian di area Coban Talun. Nuansa yang ditonjolkan adalah penginapan di tengah hutan pinus, tetapi suasananya seperti di Amerika,” jelas Yahya Agus.

Untuk masuk ke kawasan ini cukup murah yakni hanya Rp7500 saja, sangat pas bagi Anda yang suka berfoto ria. Namun, jika Anda berniat bermalam sembari menikmati suara gemercik air coban dan angin pegunungan maka harganya menjadi Rp500 ribu, harga tersebut sudah termasuk makan pagi dan malam.