BERBAGI
pasar laron kota Batu
pasar laron kota Batu | Foto oleh Nizar Rahmanda Hardiyanto

Pasar Laron merupakan salah satu destinasi wisata di kota Batu yang kini sedang ramai dikunjungi. Pasar yang terletak di Jl. Sudiro No. 2, Sisir, kecamatan Batu, kota Batu ini sebenarnya merupakan tempat penampungan sementara para PKL (Pedagang Kaki Lima). Khususnya untuk para PKL yang berjualan di alun-alun kota Batu.

Pasar ini menjadi tempat penampungan sementara karena nantinya para pedagang tersebut akan dipindahkan ke depan plaza Batu dan gor Ganesha.

Kedua tempat tersebut memang disediakan untuk para pedagang tersebut. Namun, para PKL alun-alun kota Batu harus menunggu sampai kedua tempat tersebut siap untuk ditempati.

Nama unik yang dimiliki pasar ini memiliki arti yang sesuai dengan kondisi pasar para pengais rezeki disini. Diambil kata laron, karena sifat hewan tersebut yang selalu mendekati sumber cahaya. Hal ini sejalan dengan aktivitas yang nampak ramai di kala sore hingga malam hari di tengah gemerlapnya lampu-lampu kota Batu.

kondisi dalam pasar pasar laron kota batu saat malam hari
kondisi dalam pasar pasar laron kota batu saat malam hari | Foto oleh Nizar Rahmanda Hardiyanto

Meskipun lebih ramai saat malam hari, beberapa pedagang di pasar ini juga ada yang membuka lapak di pagi hari. Sebab hanya beberapa saja yang buka di pagi hari, pasar ini terlihat lebih sepi saat pagi. Hanya terlihat gerobak maupun meja kursi yang tertumpuk di sisi jalan. Juga jalanan pasar yang lengang karenanya.

Keramaian pasar ini juga tak luput dari pengaruh tempat di sekitarnya yang juga tenar di kalangan masyarakat. Adalah alun-alun kota Batu. Alun-alun ini selalu ramai saat sore hari.

Apalagi jika sudah memasuki weekend. Dengan begitu, para pedagang PKL yang sebelumnya berjualan di alun-alun Batu tidak kehilangan para pelanggannya. Sebab, pasar ini berseberangan dari alun-alun kota Batu. Juga lokasi yang dekat dengan tempat-tempat legendaris seperti pos ketan, masjid agung kota Batu, dan lain-lain.

Saat ini sudah ada lebih dari 70 pedagang yang menjajakan dagangannya disini. Kebanyakan dari mereka adalah penjual makanan seperti bubur, batagor, siomay, bakso, dan lain-lain.

Selain makanan juga ada penjual mainan anak-anak. Harganya pun tak terlalu menguras kantong alias sama dengan pedagang kali lima di tempat lain.

 

Sumber : surya, malang voice