BERBAGI
rompi jukir kota Malang mulai Desember 2016
rompi jukir kota Malang mulai Desember 2016 | Foto malangberita.net

Rompi juru parkir memang sudah menjadi identitas di beberapa daerah. Malang, adalah salah satu kota yang menerapkan seragam bagi para juru parkir.

Seragam ini menjadi identitas untuk mudah dikenali oleh para pengguna jalan. Utamanya bagi para pengguna jalan yang akan memarkir kendaraannya. Misal saat akan berhenti di pertokoan maupun layanan publik lainnya.

Dulu, penampilan jukir (juru parkir) nampak hanya membantu mengarahkan tempat parkir dengan pakaian seadanya. Namun, seiring berkembangnya waktu, para jukir mulai dilengkapi dengan tanda pengenal dan rompi.

Rompi yang dikenakan pun memiliki warna menyala. Tujuannya, untuk memudahkan dilihat para pengguna jalan dari kejauhan.

Sejak Desember 2016, para jukir yang berada di bawah naungan Dinas Perhubungan kota Malang resmi menerima rompi berwarna hijau. Rompi yang diluncurkan ini sudah mengalami beberapa perubahan. Beberapa perubahan tersebut yakni pada warna dan desain.

Sebelumnya, rompi para jukir berwarna oranye dan kini berganti menjadi hijau. Desainnya pun dilengkapi dengan logo kota Malang di sisi bagian kiri atas dan logo Dinas Perhubungan beserta nama jukir di sisi kanan. Selain itu, juga tertera nomor seri sang jukir, dua kantong saku di bagian depan, serta hiasan garis putih secara vertikal di bagian depan dan horizontal di bagian belakang.

Dengan desain baru ini, masyarakat dapat mencocokkan identitas  yang tertera dalam KTA (Kartu Tanda Anggota) jukir dengan yang ada di rompi jika ada pelanggaran oleh para jukir.

Dengan mencatat identitas sang jukir, masyarakat sudah dapat mengajukan tindak pelanggaran yang telah dilakukan oleh para jukir resmi.

Dengan adanya seragam rompi yang resmi ini maka masyarakat dapat membedakan antara jukir resmi dan jukir ilegal. Dimana masyarakat dapat mengajukan pengaduan jika jukir resmi melakukan pelanggaran. Misal yang kebanyakan terjadi adalah pelanggaran tarif.

Sejak akhir tahun lalu, rompi tersebut masih terus didistribusikan ke seluruh wilayah di Malang. Rompi tersebut dibuat berdasarkan anggaran pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2016 yang nominalnya mencapai angka Rp200.000.000.

Upaya pembaharuan rompi para jukir ini dimaksudkan untuk meminimalisir adanya jukir ilegal. Dengan kata lain juga untuk munurunkan tingkat pungutan liar atau menghadirkan rasa nyaman bagi masyarakat yang memarkirkan kendaraannya. Dengan adanya upaya ini juga diharapkan muncul tanggung jawab yang lebih dari para jukir.

 

sumber : suara jatim post, malang voice, forum demokrasi, baruaja.com