BERBAGI
Cerita Bersejarah Jalan Semeru Sebagai Gerbang Ijen Boulevard (C) JALAN DI KOTA MALANG
Cerita Bersejarah Jalan Semeru Sebagai Gerbang Ijen Boulevard (C) JALAN DI KOTA MALANG

Jalan Semeru menghubungkan antara Jalan Jenderal Basuki Rahmat dan Jalan Kahuripan atau yang biasa disebut perempatan Rajabally di ujung timur dengan Jalan Besar Ijen di ujung barat. Tak heran jika jalan besar di wilayah Kecamatan Klojen, Kota Malang ini disebut-sebut sebagai gerbang menuju Ijen Boulevard.

Fakta bahwa Jalan Semeru sengaja dikonsep sebagai pintu gerbang masuk menuju ke Jalan Ijen sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda. Salah satu buktinya adalah gedung kembar yang saling berhadapan di sisi utara dan selatan pojokan perempatan Kayutangan.

Gedung kembar yang konon terinspirasi dari arsitek Belanda, Herman Thomas Karsten yang punya anak kembar itu membelah Semeroestraat, nama jadul Jalan Semeru. Di masa pendudukan Belanda, perumahan di Jalan Ijen merupakan kawasan elit bagi pengusaha perkebunan Belanda. Maka bisa jadi hal tersebut menjadi alasan utama menjadikan Jalan Semeru sebagai pintu gerbangnya.

Dari bangunan kembar bergerak ke barat, Anda akan menemukan Tugu Adipura Kecana. Monumen ini dibuat seiring kesuksesan Kota Malang mempertahankan penghargaan adipura sebagai kota terbersih untuk kesekian kalinya. Sebelum didirikan tugu tersebut, di tempat itu sempat berdiri patung Mayor Hamid Rusdi, pahlawan nasional asli Malang. Patung itu diresmikan pertama kali pada 10 November 1975 dan menempati persimpangan jalan antara Jalan Semeru dan Jalan Arjuna. Patung Hamid Rusdi sempat dipindahkan ke Taman Rekreasi Senaputra Malang sebelum akhirnya kini berdiri kokoh di Simpang Balapan di kawasan Ijen Boulevard.

Bergerak lagi ke barat, melewati Patung BKKBN di perempatan kecil, Anda akan menemukan salah satu monumen yang terletak di persimpangan Jalan Semeru dan Jalan Tangkuban Perahu, Kota Malang. Monumen ini didirikan pada 7 Juli 1989 untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang tergabung dalam satuan Tentara Genie Pelajar (TGP) Malang yang gugur mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ketika terjadi Agresi Militer tentara Sekutu di Malang pada Juli 1947 silam.

Terakhir, di ujung barat Jalan Semeru, terdapat gedung Perpustakaan Kota Malang yang dibangun pada tahun 1965. Gedung perpustakaan umum ini merupakan sumbangan dari OPS Rokok Kretek yang selesai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1965. Gedung ini kemudian diserahkan dan diresmikan oleh Pemerintah Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang setahun kemudian, tepatnya tanggal 17 Agustus 1966, karena saat itu Kota Malang membutuhkan adanya gedung perpustakaan.

Di depan gedung perpustakaan, Anda akan disambut landmark Ijen Boulevard. Sejauh mata memandang, Anda akan menjumpai bunga-bunga yang bermekaran di taman median jalan di sepanjang Jalan Besar Ijen yang menandai waktunya “berpisah” dengan Jalan Semeru yang penuh kenangan bersejarah.