BERBAGI
Jalanan di Ngabab, bisa menjadi alternatif dari Pujon menuju Ngantang | Foto: http://desangabab.blogspot.co.id

Pemerintah Kabupaten Malang membuka jalan kuno dari Pujon menuju Ngantang. Pembukaan jalan tersebut difungsikan sebagai jalan alternatif.

Sebelumnya, warga Malang atau Jawa Timur pada umumnya saat berpergian melewati jalur Pujon menuju Ngantang biasanya melewati jalanan yang sealiran dengan Sungai Konto. Jalan provinsi tersebut sudah jamak digunakan dan posisinya sudah ada pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Beberapa tahun terakhir, jalanan tersebut rawan masalah. Salah satu penyebabnya adalah kelongsoran. Bisa dari tanah di tebing yang ambrol atapun jalanan yang ambrol ke aliran Sungai Konto yang sering meluap. Terkadang masalah itu menimbulkan kemacetan yang luar biasa parahnya.

“Pembukaan jalur alternatif ini digunakan untuk memecahkan kemacetan apabila jalur utama mengalami masalah alam seperti kelongsoran ataupun terhambat karena adanya pawai Agustusan,” kata Rendra Kresna.

Jalan alternatif dari Pujon menuju Ngantang dimulai dari Desa Mantung, dari sana perjalanan belok ke kanan menuju Ngabab. Meskipun jalannya sudah ada, pembangunan tetap dilakukan karena jalur tersebut awalnya sangat sempit karena hanya bisa dilewati sepeda motor, tidak heran kemudian di lokasi itu juga menjadi arena penghobi motor trail.

Pembangunan jalur kuno alternatif ini sudah dilakukan pada 2015 lalu dengan pengecekan langsung oleh Bupati Malang. Jalanan yang mulanya punya lebar dua meter akan diperlebar menjadi enam meter sehingga bisa dilalui oleh setidaknya dua mobil. Tetapi untuk pengaspalan masih menunggu anggaran pada 2016 dan 2017.

Saat Bupati Malang meninjau jalan alternatif itu | Foto: http://pujon.malangkab.go.id
Saat Bupati Malang meninjau jalan alternatif itu | Foto: http://pujon.malangkab.go.id

Jalur dari Pujon menuju Ngantang yang melalui desa Ngabab bisa dikatakan jalur kuno. Jalanan sepanjang 11 kilometer ini melewati tiga desa, Selain Ngabab di Pujon juga melewati Tulungrejo dan Jombok di Kecamatan Ngantang. Jalur tersebut dahulu menjadi jalan bagi Kerajaan Kediri untuk menyerang Kerajaan Singosari. Tidak heran di Ngabab ada sebuah situs Watu Gilang yang bentuknya menyerupai benteng pertahanan.

Diceritakan jika di kawasan Watu Gilang Desa Ngabab adalah bekas lokasi pertempuran dari Kerajaan Gelang-gelang pimpinan Jayakatwang melawan Kerajaan Singosari di bagian selatan. Saat itu Jayakatwang menyerang dari dua sisi, sisi utara sebagai pancingan dan sisi selatan sebagai serangan utama.

Watu Gilang sendiri merupakan sebuah tembok setinggi empat meter dengan panjang sekitar 27 meter. Posisinya diatas puncak gunung dan berbatasan dengan gunung Dworowati di sisi selatan. Benteng itu akhirnya runtuh pertahanannya karena Singosari kalah melawan Kediri. Namun, bangunannya tetap menjadi saksi bisu.