BERBAGI
kampung lukis sanan
Salah satu sudut lokasi pengerjaan kampung lukis sanan | Foto Instagram @lingkarmalang

Kampung Sanan yang ada di Malang tak hanya terkenal akan sentra industri keripik tempe-nya saja. Sejak Desember 2016, kampung ini juga menambah daya tariknya dengan menciptakan kampung lukis Sanan.

Kampung lukis Sanan ini berada di kampung Sanan, kelurahan Purwantoro, Malang. Dengan luas yang tak sedikit warganya pun mengembangkan tema-tema lukisan yang ada.

Tema lukisan yang berbeda tersebut akan nampak saat menapaki RT demi RT yang ada disana. Misalnya saja di RT 1 RW 15 yang menyajikan tema pewayangan. Sehingga, dalam RT tersebut, akan ditemukan tokoh contohnya Anoman, Srikandi, dan Petruk.

Branding kampung lukis yang disandangkan kepada kampung ini tidak hanya dilakukan oleh para warga yang sudah termasuk tua saja. Akan tetapi para kaum muda juga turut ambil peran didalamnya.

Salah satunya adalah Askha Bulkafi. Ia adalah mahasiswa jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Malang yang menyumbang lukisan tokoh pewayangan.

Saat proses melukis, ia dapat merampungkan satu tokoh selama 2-3 hari. Kecuali untuk tokoh Anoman yang membutuhkan waktu lebih lama karena detilnya yang lebih banyak.

Para warga melakukan program ini atas dasar inisiatif mereka sendiri. Begitu pula dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan berasal dari warganya sendiri.

Mereka tak turun semangat ketika melaksanakan program ini. Sebab, mereka yakin bahwa salah satu cara yang mereka tempuh ini adalah salah satu cara yang efektif untuk menarik masyarakat mengunjunginya. Apalagi dengan konsep instagramable yang pasti akan membuat kawasan ini booming dengan cepat.

Dengan begitu, 350 usaha kecil menengah keripik tempe skala rumahan yang ada disana akan semakin meningkat penjualannya. Dengan kata lain, kehidupan masyarakat kampung Sanan akan semakin sejahtera.

Salah satu tantangan warga dalam menjadikan kampung ini menjadi kampung lukis yaitu medianya. Kebanyakan, warga banyak yang terlatih melukis di kanvas atau media lain dalam skala kecil.

Namun, media yang kini harus mereka taklukkan adalah tembok yang ukuran beberapa kali lipat dari kanvas biasa. Juga kepaduan antar gambar dalam tiap rumah warga juga harus diperhatikan untuk memenuhi poin estetika.

Dengan adanya brand baru di kampung Sanan ini diharapkan dapat menginspirasi daerah-daerah lain. Yang tak menutup kemungkinan akan turut menaikkan angka kesejahteraan warganya.

Selain itu juga dapat lebih merangsang kepekaan masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Sehingga, dapat tanggap memberikan solusi bagi daerah tersebut.