BERBAGI
Warga Kalipare Galakkan Budidaya Keramba Ikan (C) KALIPARE
Warga Kalipare Galakkan Budidaya Keramba Ikan (C) KALIPARE

Keramba ikan menjadi salah satu usaha unggulan Warga Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Mereka menggalakkan budidaya keramba ini bahkan menjadi salah satu mata pencaharian warga setempat.

Sesuai definisinya, keramba adalah keranjang atau kotak dari bilah bambu untuk membudidayakan ikan yang biasanya ditempatkan di badan sungai. Hanya saja, di Kalipare, sistem pemeliharaan ikan di air tawar ini menggunakan jaring terapung yang memanfaatkan air di Bendungan Sutami. Rancangan kontruksinya cukup mudah dikendalikan untuk mengikuti pasang surutnya air.

Budidaya ikan dengan menggunakan keramba ini merupakan salah satu mata pencaharian utama warga Kalipare, khususnya di Desa Sukowilangun dan Desa Kalipare bagian utara. Daerah ini berbatasan langsung dengan Sungai Brantas, sehingga budidaya keramba ikan ini tidak memerlukan biaya yang terlalu besar jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapat setelah panen raya.

Para petani karamba di daerah ini mulai menabur benih ikan selama dalam masa pemeliharaan tiga bulan. Setelah itu, mereka mulai memanen sedikit demi sedikit untuk melayani para pembeli yang datang dari berbagai desa sekitarnya. Lalu, mereka akan melakukan panen raya dengan memanen semua ikan yang ada di dalam karambanya. Hasil panen ini biasanya dikirim ke luar daerah yang disalurkan melalui para pedagang ikan yang juga datang dari berbagai daerah. Tahapan selanjutnya, para petani ini mempersiapkan karambanya untuk ditaburi benih ikan berikutnya.

Banyak jenis ikan yang dibudidayakan para petani keramba di tempat ini. Selain ikan mujair, mereka juga memelihara ikan lele, tombro, gurame, bandeng dan berbagai jenis ikan lainnya yang umumnya menjadi lauk pauk. Ya, hasil produksi ikan karamba dari usaha warga ini mampu menyuplai kebutuhan konsumsi ikan warga. Bahkan, bukan hanya warga setempat, namun juga warga Kota Malang, Blitar, hingga Surabaya.

Selain mendatangkan keuntungan bagi para petani karamba di sepanjang Sungai Brantas, sistem budidaya ikan ini juga mendatangkan keuntungan yang tak kalah bermanfaatnya bagi para produsen dan pedagang pakan ternak. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan produksinya sekaligus memastikan bahwa hasil produksi akan habis terjual kepada para petani karamba tersebut.

Budidaya keramba ikan ini bukannya tanpa kesulitan. Salah satunya, air di Sungai Brantas yang sangat jernih bisa saja sewaktu-waktu tercemar oleh tumpahan limbah yang berasal dari pabrik di sekitarnya. Limbah pabrik ini menimbulkan bau menyengat yang mengancam kehidupan semua komunitas air, termasuk ikan yang ada di dalam karamba. Gangguan lainnya adalah berupa eceng gondok yang tiba tiba datang seperti sampah raksasa yang terapung di atas air.

Sebagai langkah antisipasi gangguan limbah ini, warga Kalipare memilih berhenti lebih dahulu. Maksudnya, mereka tidak menabur benih ikan ketika diperkirakan akan ada tumpahan limbah yang sedang meluber. Hal ini sudah bisa diperkirakan ketika permukaan air naik oleh kiriman air hujan yang mengalir deras dari berbagai sumber di sepanjang sungai tersebut.