BERBAGI
Kumpulan kuda yang ada di Bromo siap mengantarkan Anda (Foto: http://lakhsmiwulandari.deviantart.com/)
Kumpulan kuda yang ada di Bromo siap mengantarkan Anda (Foto: http://lakhsmiwulandari.deviantart.com/)

Kuda menjadi salah satu alternatif bagi Anda yang ingin menikmati liburan di Bromo, seperti apa keasyikannya?

Salah satu kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini bagi masyarakat Bromo yaitu Suku Tengger dan sekitarnya adalah memelihara kuda. Hewan tersebut memang sudah biasa menjadi kendaraan sejak masa lampau.

Saat ini pemelihara dan pengguna kuda di Kawasan Bromo masih lumayan banyak, fungsinya sudah bukan sebagai kendaraan umum lagi karena sudah tergantikan perannya oleh mesin seperti jeep dan sepeda motor, namun sebagai alat bagi wisatawan untuk berkeliling di wilayah Bromo. Ya, kuda sudah seperti ojek sehingga namanya disebut dengan ojek kuda.

Ojek kuda di Bromo membuat wisatawan yang berkunjung ke sana bisa menikmati suasana alam pegunungan tanpa perlu berjalan lelah. Dibandingkan dengan ojek motor, ojek kuda ini membuat anda bisa lebih menikmati karena berjalan tidak cepat. Anda bisa menghirup udara gunung dengan pelan-pelan. Kebanyakan ojek kuda ini biasa mangkal di pos terakhir sebelum ke puncak Bromo, dengan kuda perjalanan menuju puncak menjadi lebih mudah.

Kuda yang menunggu (Foto: malangadventureservice.wordpress.com)
Kuda yang menunggu (Foto: malangadventureservice.wordpress.com)

Selain menuju puncak, ojek kuda juga bisa Anda nikmati untuk berkeliling wilayah lain di sekitarnya. Namun tarif yang dipatok biasanya lebih mahal dibandingkan dengan menuju puncak karena rute yang ditempuh lebih jauh.

Pemeliharaan kuda yang dijadikan sarana ojek ini menjadi pilihan alternatif bagi warga masyarakat suku Tengger untuk meningkatkan perekonomian mereka. Sementara, terkait harga sewa biasanya tergantung keberhasilan pengunjung untuk melakukan penawaran. Namun, biasanya kalau akhir pekan harganya tetap tidak ada perubahan.

Pada akhir pekan, dengan Rp50.000 Anda bisa menikmati perjalanan mengempas debu dan batu-batuan menuju puncak Bromo. Sementara untuk perjalanan lain biasanya lebih mahal hingga Rp100.000-an.