BERBAGI
5 Alasan Raja Salman Seharusnya Mampir ke Malang (C) THE DAILY BEAST
5 Alasan Raja Salman Seharusnya Mampir ke Malang (C) THE DAILY BEAST

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia mulai Rabu (1/3/2017) dan akan melakoni sejumlah agenda resmi maupun pribadi hingga Kamis (9/3) mendatang. Dalam sembilan hari kehadirannya di Indonesia itu, seharusnya kelima alasan ini bisa membuat Raja Salman mau mampir ke Malang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan Raja Salman yang mencapai 1.500 orang, tiba di Indonesia Rabu siang dan dijemput langsung oleh Presiden Joko Widodo di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Kemudian, keduanya dijadwalkan menuju Istana Bogor dan sore harinya, sang raja kembali ke Jakarta untuk menginap di Hotel Raffles, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Raja Salman akan cukup lama berada di Indonesia, padahal agenda resminya hanya tiga hari saja. Di antaranya, melakukan pertemuan dengan Ketua DPR RI Setya Novanto, Kamis (2/3), mengunjungi Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, dan menerima Wapres RI Jusuf Kalla di hotel tempatnya menginap.

Selebihnya, mulai Sabtu (4/3), rombongan Raja Salman akan berlibur ke Pulau Bali. Terhitung, mereka berada di Pulau Dewata selama kurang lebih enam hari. Sebelum rombongan tiba di Indonesia, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi sempat mengungkapkan bahwa tak ada agenda lain yang akan dilakoni Raja Salman dan rombongan selama di Bali selain menikmati suasana alam pulau yang menurutnya terkenal hingga mancanegara tersebut.

Mengapa hanya Bali yang menjadi destinasi wisata Raja Salman? Bukankah alam Indonesia begitu luas menyimpan potensi menarik yang bisa mereka nikmati juga? Termasuk Malang yang notabene merupakan jujugan wisatawan domestik maupun bule. Rasanya berikut ini lima alasan seharusnya Raja Salman mampir ke Malang selama kunjungannya ke Indonesia.

1. Malang Kota yang Sejuk

Seperti yang diketahui, Arab Saudi merupakan negara yang didominasi oleh kawasan gurun pasir yang tentu saja panas. Pastinya, ketika berkunjung ke Indonesia, seharusnya Raja Salman mencari tempat-tempat yang memiliki udara sejuk dan dingin seperti di Malang contohnya.

Raja Salman memang dijadwalkan mampir ke Istana Bogor yang kebetulan secara tingkat kesejukan tak kalah dengan Malang. Namun nyatanya, di Bogor, sang raja tak berlama-lama, bahkan tak ada jadwal berlibur ke Puncak, sebagai kawasan terdingin di sana.

Andai rombongan Raja Salman datang ke Malang, tentu mereka akan merasakan kesejukan suasana kota. Jika merasa kurang dingin, mungkin bisa sekalian naik ke Batu, puncaknya Malang. Atau, sekalian saja digiring ke Bromo yang lebih dingin. Toh banyak pilihan wisata menarik di Malang Raya ini.

2. Pantai Malang Tak Kalah dengan Bali

Enam hari akan dihabiskan Raja Salman dan rombongannya untuk sekadar liburan. Pulau Bali dipilih karena punya banyak pantai indah. Pantai-pantai di Malang pun sejatinya tak kalah indahnya.

Sepanjang pesisir selatan di Kabupaten Malang, berjajar pantai-pantai eksotis dari ujung timur ke ujung barat. Selain pantai-pantai yang sudah punya nama, seperti Pantai Balekambang, Sendangbiru, dan Ngliyep, Kabupaten Malang masih menyimpan puluhan pantai perawan nan misterius yang menarik untuk diungkap.

Pantai-pantai di Malang dijamin masih lebih sopan ketimbang pantai-pantai vulgar di Bali, terlebih untuk sajian mata seseorang sekelas Raja Salman. Andai berniat, mungkin mereka butuh waktu lebih dari enam hari untuk menjelajahi semua pantai tersebut.

3. Malang Punya Masjid Ajaib di Turen

Rombongan Raja Salman punya agenda mengunjungi Masjid Istiqlal di hari kedua berada di Indonesia (2/3). Andai sang raja punya agenda ke Malang, tentu bisa berkunjung ke Masjid Tiban yang berpredikat ‘masjid ajaib’ di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang itu.

Kabarnya, agenda mengunjungi Istiqlal dilakukan setelah bertemu dengan Ketua DPR RI Setya Novanto. Raja Salman tak akan berlama-lama di masjid terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Dalam kunjungan sekitar 30 menit, sang raja hanya akan menunaikan shalat sunnah penghormatan terhadap Masjid Istiqlal (tahiyatul masjid), mendengarkan sejarah singkat Masjid Istiqlal, mengisi pesan dan kesan, lalu pulang ke hotel.

Jika menilik sejarah berdirinya, Masjid Tiban tak kalah menarik dari Istiqlal. Konon, masjid yang berada di Desa Sanan itu dibangun semalam saja. Menariknya, menurut cerita warga sekitar, Masjid Tiban dibangun oleh bangsa jin dan makhluk kasat mata lainnya. Tentu saja, cerita ini bakal mengingatkan Raja Salman akan kisah Nabi Sulaiman dan bala tentara jin-nya.

4. Ada Kuliner Timur Tengah di Cairo

Sebagaimana di kota-kota lainnya, Malang memiliki Embong Arab yang di dalamnya terdapat Rumah Makan Cairo. Mungkin rumah makan yang menyajikan menu dan suasana khas Timur Tengah itu bisa menjadi pilihan berkuliner bagi rombongan Raja Salman jika mampir ke Malang.

Rumah Makan yang berada di Jalan Kapten Piere Tendean No. 1 Kota Malang sejak tahun 1952 ini merupakan satu-satunya rumah makan yang menyajikan menu berbau daging, khususnya daging kambing. Sang raja bisa mencicipi menu-menu legendaris seperti sate kambing, gule kambing, krengsengan, sop Cairo, nasi goreng Cairo serta nasi kebuli/nasi briani.

Selain makanan, di rumah makan ini Raja Salman bisa mencoba aneka makanan ringan khas Mesir. Mulai dari kue Mesir Ka’aq, martabak Mesir, roti maryam, samosa Cairo, pastel kacang, roti nougat, risoles, dan kue wijen. Yang paling khas tentu susu kambing Etawa yang dikemas di dalam botol yang bisa dicicipi sang raja.

5. Mungkin Minat Jadi Investor Arema FC

Semua juga sudah tahu jika Arema FC merupakan klub kebanggaan warga Malang Raya dan seluruh pecintanya bernama Aremania yang tersebar di seluruh Nusantara. Bisa jadi, jika mampir ke Malang, Raja Salman bisa berkunjung ke kantor klub tersebut.

Terlebih, Arema FC akan melakoni leg kedua babak Semifinal Piala Presiden 2017 melawan Semen Padang, Minggu (5/3) malam. Andai ke Malang, bisa jadi Raja Salman dan rombongan bakal mendapat undangan spesial hadir langsung di Stadion Kanjuruhan Malang untuk menyaksikan laga tersebut.

Tak hanya menjadi tamu kehormatan, bahkan jika mau, Raja Salman berkesempatan menjadi investor bagi Arema FC. Bisa jadi sang raja mengikuti tren layaknya di sepakbola Eropa, di mana para orang berduit dari kawasan Timur Tengah berinvestasi di klub-klub Liga Inggris dan liga-liga lainnya.