BERBAGI
Geliat Kehadiran Kampung Ornamen Celaket (C) KAMPUNG WISATA MALANG
Geliat Kehadiran Kampung Ornamen Celaket (C) KAMPUNG WISATA MALANG

Awal Januari 2017 telah diresmikan kehadiran Kampung Ornamen Celaket yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Semula, kampung tematik anyar ini akan dinamai Kampung Batik, karena memang lukisan batik mendominasi tembok-tembok kampung dan rumah warga.

Secara administratif, Kampung Celaket memang berada di dua kelurahan, yakni Rampal-Celaket dan Samaan. Atas prakarsa para pemuda Kampung Celaket, warga RW II Kelurahan Samaan, menjadikan jalan kampung di permukiman kota yang terbilang padat penduduk itu layaknya kanvas panjang yang artistik, unik, menarik dan kelak dapat dijadikan arena pembelajaran mengenai ragam-hias (ornament) di Nusantara. Selain lukisan batik yang lebih dulu ada, nantinya ornamen-ornamen lukis maupuh pahat dari seluruh Indonesia bakal menghiasi kampung ini. Untuk sementara, warga setempat sudah melukis pagar, dinding rumah warga, maupun fasilitas umum di kawasan Kampung Celaket.

Yang melukis adalah warga sendiri dengan kreativitas yang ditunjang dengan ide dan konsep yang tertata. Melukis ornamen-ornamen ini memang tak mudah dan dibutuhkan tangan-tangan terampil, yang bisa melukis secara detail menghadirkan aneka ragam-hias artistik, bukan sekedar menumpahkan cat warna-warni. Lebih menantang lagi bila ornamen itu harus dilukiskan di tempat yang cukup tinggi atau lokasinya tidak mudah dijangkau bagi si pelukis untuk memposisikan diri dalam pengerjaannya. Tak heran jika pengerjaan Kampung Ornamen Celaket ini cukup lama, sejak digarap Oktober 2016 lalu. Terlebih, mereka mengejakannya di malam hari, setelah menyelesaikan aktivitas di tempat kerja, atau ketika hari libur.

Awalnya, tak semua pemilik rumah mau merelakan tembok atau pagar rumahnya dilukisi ornamen-ornamen yang telah ditentukan. Namun, ketika melihat hasil pada dinding rumah tetangga, mereka yang tidak mau itu pun berubah pikiran. Bahkan tak sedikit warga yang justru meminta dinding luar rumahnya dilukis dengan ornamen-ornamen artistik tersebut.

Yang istimewa, seluruh biaya penggarapan Kampung Ornamen Celaket ini ditanggung oleh warga setempat secara swadaya. Tak ada dana bantuan dari pemerintah maupun lewat CSR perusahaan. Mereka tak mau meminta bantuan dana dari pemerintah karena takut adanya intervensi, sehingga lebih leluasa dalam berkarya.

Ke depannya, warga ingin terus merawat ornamen-ornamen yang sudah ada, dan mengembangkan apa yang belum ada. Rencana untuk lebih memperluas hiasan artistik ke seluruh penjuru Kampung Celaket yang berada di dua kelurahan di Kecamatan Klojen, Kota Malang itu sudah ada. Tinggal bagaimana konsistensi mereka dalam mengembangkan kampung yang berada di salah satu kawasan penuh sejarah di Kota Malang tersebut.