BERBAGI
Jevri dan teman-teman juarai Cultural Night Sage University dengan tari topeng Malang dan angklung | Foto Facebook Saga University
Jevri dan teman-teman juarai Cultural Night Sage University dengan tari topeng Malang dan angklung | Foto Facebook Saga University

Mahasiswa Universitas Negeri Malang, Jevri Tri Ardansyah dan kawan-kawan berhasil memenangkan Topeng Malang di ajang Cultural Night Desember 2016. Cultural Night merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Saga University, Jepang. Kegiatan tersebut berupa penampilan kebudayaan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa. Dimana para mahasiswa yang ada disana berasal dari negara-negara yang berbeda.

Jevri yang merupakan mahasiswa exchange Program for Academic Exchange (SPACE) di Saga University turut serta dalam kegiatan tersebut. Disana, Jevri membawakan dua kebudayaan Indonesia, yaitu musik angklung dan tari topeng Malangan.

Dalam acara yang digelar setiap tahun tersebut, Jevri mengenakan kostum serba merah, begitu pula dengan topeng yang dibawakannya.

Selain pada cultural night. Jevri juga mengenalkan kampusnya saat International Day di Saga University. International Day merupakan suatu acara pameran universitas. Dalam kegiatan tersebut, semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kampusnya.

Ketika kebudayaan Indonesia yang diwakili oleh tari topeng Malangan dan angklung dibawakan, para mahasiswa disana sangat senang melihatnya. Baik mahasiswa asli Jepang maupun sesama mahasiswa exchange dari negara lain sangat antusias ketika melihat penampilan-penampilan dari setiap negara.

Disini, wakilan kebudayaan Indonesia yang dibawakan berasal dari dua daerah yang berbeda. Angklung merupakan alat musik dari Jawa Barat dan tari topeng Malangan yang berasal dari Malang, Jawa Timur.

Angklung merupakan alat musik yang terbuat dari bambu. Bunyinya berasal dari benturan batang-batang bambu karena goyangan yang dikenakan padanya.

Selain itu, ada tari topeng Malangan. Disebut demikian karena dalam pementasannya menggunakan topeng. Tari ini biasanya dibawakan oleh beberapa penari. Dari beberapa penari tersebut, masing-masing membawakan topeng yang karakternya berbeda pula. Beberapa karakter dalam topeng malangan yaitu Panji Asmarabangun, Dewi Ragil Kuning, Dewi Sekartaji, Raden Gunungsari, Bapang, Klana Sawendana,dan beberapa lainnya.

Dimana dalam pertunjukan tari topeng Malang-an ini sama seperti membawakan wayang wong. Bedanya, dalam tari topeng Malangna menggunakan topeng. Dari karakter-karakter masing-masing topeng nantinya dibawakan menjadi satu cerita utuh. Rangkaian cerita yang dibawakan biasanya tentang panji.