BERBAGI
Di Arab Ada Masjidil Haram, Bumiayu Punya Masjidil Halal (C) AKAIBARA
Di Arab Ada Masjidil Haram, Bumiayu Punya Masjidil Halal (C) AKAIBARA

Kalau di Arab Saudi ada Masjidil Haram, warga Kelurahan Bumiayu tak mau ketinggalan. Mereka mempunyai masjid dengan nama yang inspiratif, yakni Masjidil Halal.

Nama kedua masjid tersebut terdengar berlawanan. Meski demikian, sesungguhnya nama keduanya sama-sama memiliki arti yang baik. Pasalnya, kata ‘haram’ dalam Masjidil Haram, meski sekilas identik dengan sesuatu yang dilarang Tuhan, sesungguhnya memiliki arti yang luas. Dilansir dari berbagai laman pengetahuan Islam, Masjidil Haram memiliki makna, antara lain adalah Ka’bah, masjid yang ada di sebelah Ka’bah, dan semua kawasan di tanah Arab.

Alasan penamaan Masjidil Halal di Bumiayu ini sendiri belum diketahui. Namun, yang jelas tidak ada maksud warga setempat ingin menyaingi Masjidil Haram di Mekkah. Kalau terinspirasi mungkin bisa jadi.

Masjid ini memiliki pelataran yang cukup luas yang sekaligus bisa dijadikan tempat parkir kendaraan mereka yang mampir hendak sholat. Di halaman luas itu terdapat sekitar 17 pohon palem botol dengan ketinggian yang beragam, dan tiga pohon jambu. Dari luar, tampaklah 13 pilar di bagian depan dan 10 pilar di samping kiri dan kanan. Ada pula papan peringatan agar Anda mengamankan kendaraan yang diparkir dengan kunci ganda ketika ditinggal sholat.

Jangan bingung ketika Anda hendak mencari tempat wudhu. Sebab, ada papan besar di sisi utara pagar tembok masjid bertuliskan petunjuknya. Tempat wudhu pria ada di sisi utara atau kanan masjid, sementara tempat wudhu wanita ada di sisi selatan atau kiri masjid.

Tampak ada dua tangga di samping bangunan utama Masjidil Halal. Sayang, di ujung tangga tersebut tertutup oleh semacam atap seng. Pasalnya lantai dua masjid tersebut ternyata belum jadi. Hal itu akan tampak ketika Anda mengintipnya melalui sela-sela atap seng tersebut.

Bagian dalam, seperti layaknya masji lainnya, terbagi menjadi dua bagian, yakni untuk pria dan untuk wanita. Ada 10 garis shof yang terbentang di atas karpet berbulu halus nan empuk. Perlengkapan lain seperti tempat pengimaman, mimbar khutbah, dan sound sistem untuk adzan pun lengkap. Sementara di bangunan utama bagian luar terdapat dua kotak amal, yang satu ditujukan untuk masjid dan satunya untuk umat, yang mungkin digunakan untuk mendanai ketika ada kegiatan umat Muslim di kampung tersebut. Di sebelah kotak amal ada beduk dengan ukuran cukup besar, lengkap dengan kulit kambing dan pemukulnya dari kayu.

Masjidil Halal ini terletak di Jalan Kyai Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Masjid ini berada tepat di sisi utara Jalan Lembayung di mana biasa menjadi jalan pintas warga setempat untuk menuju ke kawasan Mergosono melalui Jembatan Gantung Mergosono.