BERBAGI
topeng malang tahun 1930 yang dibuat oleh kyai Reni alias Tjondro Suwono
topeng malang tahun 1930 yang dibuat oleh kyai Reni alias Tjondro Suwono

Dalam setiap daerah, pasti terdapat banyak seniman-seniman yang terus melestarikan budaya daerahnya. Di Malang, salah satunya ada Tjondro Suwono. Namun, beliau lebih dikenal dengan nama Kyai Reni.

Kyai Reni merupakan seniman pembuat topeng Malangan. Beliau berasal dariĀ  Polowijen, Blimbing, Malang. Namun, kini beliau sudah tiada atau telah wafat pada tahun 1938.

Sudah banyak topeng yang dihasilkannya. Akan tetapi, hanya ada satu topeng yang tersisa. Topeng tersebut adalah topeng Ragil Kuning.

Dalam setiap topeng Malangan, ada karakter yang melekat padanya. Untuk karakter topeng Ragil Kuning sendiri, karakternya adalah seorang yang aktif. Hal ini nampak dari warna wajahnya yang didominasi oleh warna kuning.

Berbeda dengan topeng Malang buatan Kyai Reni yang ditemukan pada tahun 2011 ini. Warna topengnya adalah hitam. Hal ini adalah karena faktor penyimpanan dan usianya yang memang sudah cukup lama. Yang mana topeng ini dibuat pada sekitar tahun 1930.

Yudith Perdananto, Muhammad Nasai, dan Robi Hidayat adalah orang-orang yang menelusuri jejak-jejak keberadaan topeng Malangan. Hingga akhirnya mereka menemukan salah satu topeng yang sudah berusia 87 tahun ini di salah satu keluarga Kyai Reni.

Ternyata, dari karya-karya topeng yang dibuatnya tersebut juga memiliki dampak lain, yaitu semakin terangkatnya nama desa Polowijen.

Sampai pada saat dimana desa Polowijen juga disebut desa Reni yang terkenal sebagai daerah sentra pembuatan mebel dan ukiran. Dimana pada saat itu, kyai Reni juga merupakan seorang abdi dalem bupati Malang.

Ketika dirunut mengenai silsilah keluarga, diketahui bahwa kyai Reni merupakan anak kedua dari Sunan Bonang. Kyai Reni memiliki dua orang istri. Dari istri pertama, beliau dikaruniai sembilan orang anak dan dengan istri kedua sebanyak enam orang anak.

Sembilan orang anak dari penikahannya dengan istri pertama diantaranya adalah Beji/Ruminten, Amar, Yai Nor, Yai Suco, Mbah Seno, Goendari, Yai Soyi, Sarlan dan Yai Surti.

Sedangkan pernikahannya yang kedua dengan Sri Wahyuni dikaruniai lima orang anak yaitu Kunto, Gondo, Sekar, Arum, Gunawan, dan Gunarso.