BERBAGI

Salah satu kata bahasa Malangan yang cukup populer diucapkan adalah kata ebes, sebuah kata hormat yang terus saja dipakai hingga kini, utamanya pada kalangan suporter Aremania.

Ebes Sugiono (Walikota Malang), barangkali menjadi sosok yang terkenal dengan sebutan ebes. Walikota Malang periode 1973-1983 itu juga merupakan salah satu pendiri klub Arema Malang pada tahun 1987. Kata ebes di depan kata Sugiyono merupakan penghargaan bagi warga Malang karena nama tersebut berarti adalah Ayah atau bapak.

Ebes berasal dari kata sebeh, kata tersebut berawal dari bahasa Jawa Tengahan yang mengartikan sebagai bapak atau orang tua laki-laki. Menurut berbagai literatur, sebeh berasal dari kata abah (bahasa Arab) yang diserap menjadi bahasa Jawa. Kemudian oleh anak Malang (atau bisa juga oleh pejuang karena bahasa walikan berasal dari bahasa sandi para pejuang melawan Belanda) dibalik menjadi hebes. Untuk mempermudah, huruf h dihilangkan sehingga menjadi ebes.

Mulanya, kata ebes adalah panggilan untuk ayah kandung atau bapak. Namun pada periode 70-an, Ebes sudah dipakai untuk menyebut orang tua laki-laki terlepas apakah itu orang tua kandung atau bukan. Kedudukan ebes ini cukup tinggi dan dipandang lebih baik dibandingkan kata bapak ataupun ayah.

Panggilan ebes untuk orang lain yang lebih tua digunakan untuk mengakrabkan diri generasi muda kepada generasi muda. Sebuah ciri khas orang Malang untuk mengenal atau agar lebih mudah akrab dengan orang yang sudah tua. Biasanya kata ebes untuk yang satu ini dipakai suporter di Stadion, saat berkumpul, ataupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Untuk penyebutan orang tua perempuan dikenal dengan ebes kodew, namun seiring perkembangan jaman. Ebes kodew diganti dengan sebutan memes atau emes.

Perubahan zaman semakin pesat, kini kata ebes sudah jarang digunakan langsung untuk memanggil orang tua. Kata tersebut kini dipakai untuk penyebutan orang tua ketiga atau tidak sebagai sebutan langsung.

Contohnya, “Ebes-e Wawan tuku adapes anyar (bapaknya Wawan beli sepeda baru),” atau juga menanyakan kepada teman, “Ebesmu tahes a? (Ayah kamu sehat kah?)”.