BERBAGI
terobos pagar di taman Slamet
terobos pagar di taman Slamet

Menerobos pagar menjadi pilihan kebanyakan orang yang tak ingin susah mencari jalan/alternatif lain. Apalagi jika pagar tersebut memiliki lubang untuk diterobos. Seperti pagar gerbang yang ada di Jl. Taman Slamet, Malang.

Selama CFD berlangsung, gerbang menuju taman Slamet dari arah Jl. Semeru ini ditutup. Padahal, kebanyakan masyarakat memarkir kendaraan adalah di sekitar jalan Semeru atau bahkan Jl. Pahlawan Trip dan ingin mengunjungi taman Slamet.

Nah, kebiasaan potong jalan yang sudah mendarah daging ini akan muncul hampir di setiap kesempatan. Salah satunya yaitu saat menemui kendala akses menuju Taman Slamet dari arah Jl. Semeru ini.

Gerbang yang ditutup mengharuskan masyarakat yang ingin mengunjungi taman Slamet harus berputar arah ke jalan lain yang tidak terimbas sebagai area CFD. Beberapa orang yang membawa kendaraan dan punya waktu cukup tidak terlalu mempermasalahkannya. Akan tetapi, tetap saja ada orang-orang yang memanfaatkan celah yang ada.

Celah yang dimaksud adalah keadaan gerbang yang tak lagi sempurna. Jika dari arah Jl. Semeru menuju Jl. Taman Slamet, akan nampak batang penyusun pagar yang lepas di sisi bagian kanan pagar.

Lubang tersebut memang tak terlalu besar. Akan tetapi masih dapat diterobos oleh orang. Namun, tetap saja, bergantung kepada ukuran badan dari orang yang melewatinya. Sebab, kisaran ukuran lubangnya adalah hanya kurang lebih 60 x 50 cm dengan ada pembatas tembok dibawahnya.

Untuk menerobosnya, harus membungkuk seperti agak melipat badan. Bukannya tanpa resiko melakukan hal ini. Selain terkesan tak baik, juga rawan terluka. Sebab, bagian tengah pagar tidak sempurna berbentuk pagar lurus. Akan tetapi ada bagian runcing ke atas dan kebawah.
Hal itu cukup mengkhawatirkan jika sang penerobos tergesa-gesa dan kurang awas.

Meskipun ini adalah lokasi umum, yang banyak orang melakukan aktivitas. Tak nampak banyak orang yang memperhatikan aktivitas ini. Entah karena sudah menjadi kebiasaan yang sama ataukah dianggap sebagai angin lalu.

Bahkan dari beberapa orang yang telah berhasil melewatinya seakan mendapat kejutan yang membahagiakan. Kebahagiaan itu muncul sebab mereka berhasil melewati lubang yang tak disangka bisa dilewati dengan mudah.