BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Hampir setiap orang saya yakin menyukai permen pedas. Rasa mint atau menthol yang menyegarkan mulut sekaligus menambah kepercayaan diri dalam pergaulan. Paling tidak diantara sekian banyak permen yang dibawa, pasti ada sebagian yang terdiri dari permen pedas, apapun mereknya. Apa itu menthol, mint, barley mint, strawberry mint, licorice dan..yah kira-kira sendiri lah.

Berapapun merek permen yang pernah singgah atau rutin masuk rongga mulut saya, masih ada dua jenis merek permen yang selalu saya sukai. Dua permen pedas ini favorit para kakek dan nenek tempo doeloe. Winston dan Davos….dua permen pedas jadul yang sampai sekarang masih diproduksi dan dapat dijumpai di berbagai toko dari kelontong hingga sebagian swalayan. Bersaing dengan produk-produk permen pedas yang sejenis dan kemasannya sudah canggih.

Permen Winston asal malang sudah saya kenal sejak masih kecil. Dari SD sampai SMA saya suka sekali mengudap permen satu ini. Minimal dua lah di kantong saya. Malah suka sekali nagih, ibaratnya permen merek Winston ini sudah jadi candu….bahkan sampai pada level tiada permen itu rasanya percaya diri menguap entah kemana (padahal sudah sikat gigi sampai bersih lho). Setiap hari, selalu ada permen winston asal malang di kantung saya. Waktu itu ukurannya masih sama dengan permen Davos sekarang.

Saking doyannya saya dengan permen Winston asal malang, sampai-sampai saya ditakut-takuti teman saya. Katanya kalau kebanyakan makan permen pedas bakal mandul. Saya awalnya agak takut dengan kata-kata mereka, tapi kalau dipikir apa korelasinya antara suka permen pedas dengan kemandulan (hahahahah). Dan yang terparah adalah ketika guru akuntansi saya (yang juga kepala koperasi sekolah di SMA) masuk ke kelas, beliau selalu menggoda saya dengan cara begini

Guru : Mbang

Saya : Ya Bu?

Guru : kamu dapat salam

Saya : Dari siapa bu?

Guru : Dari WInston! (diiringi suara teman-teman yang tertawa di kelas dan jelas bikin saya tengsin berat)

Sempat waktu itu saya dapat julukan ‘Winston’. Menurut saya permen ini enak sekali, manisnya pas..nggak lebay (maaf bukan ngiklan lho). Hanya sayang permen Winston yang hanya beredar di Malang dan sekitarnya ini sudah jarang-jarang ditemui. Ibu saya sempat belikan saya 2 buah, karena di warung sudah jarang dan harganya kisaran 1000 per buah. Rasanyapun tidak banyak berubah, segar dan serasa kembali melemparkan saya ke kenangan jaman kecil dan SMA dulu. Walaupun sekarang sudah banyak muncul permen-permen modern yang banyak diiklankan di media, permen ini tetap bisa bersaing. Winston, yang segar dari jaman dulu.

Sumber: https://bambangpriantono.wordpress.com/2013/01/01/tulisan-pertama-2013-permen-winston-dan-davos-yang-segar-dari-jaman-dulu/

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.