BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

MALANG–Monumen Pocari Sweat raksasa diakui PT Amerta Indah Otsuka, memang akan dibangun di Hutan Kota Malabar. Kendati demikian, produsen Pocari Sweat  berjanji tidak akan menebang pohon saat revitalisasi hutan kota.
Corporate Communication PT Amerta Indah Otsuka Glenn Noya mengatakan, sejak awal pihaknya sama sekali tidak memiliki keinginan mengubah fungsi hutan Malabar. Pembangunan atau revitalisasi hutan kota ini tak lain untuk mempercantik tampilannya, agar lebih indah.
Disinggung soal monumen Pocari Sweat di pintu masuk utama, Glenn mengakui ada. Itu sesuai siteplan. Namun begitu, dia sendiri belum memastikan apakah monumen tersebut betul-betul dipasang atau tidak. ‘’Kita masih berkoordinasi dengan DKP untuk masalah monumen. Intinya kami ingin memberikan CSR, harapannya CSR ini bisa memberikan kontribusi positif untuk  pembangunan di Kota Malang,’’ katanya, saat ditemui Malang Post saat ikut sidak Komisi C DPRD Kota Malang kemarin.
Otsuka yang memberikan dana CSR pembangunan hutan kota Malabar tetap akan mempertahankan seluruh pohon yang tumbuh. Bahkan, juga akan menambah 100 bibit pohon baru, dan 800 tanaman perdu. Penambahan bibit pohon ini tak lain agar fungsi hutan kota di Malabar tetap terjaga.
‘’Kalau pohon jelas, kami berusaha untuk tidak melakukan penebangan. Untuk penataan atau revitalisasi sendiri kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang. Intinya fungsi hutan kota disini tetap tidak berubah,’’ tegasnya.
Noya juga mengatakan pihaknya tidak akan memberikan embel-embel iklan tulisan di area amphitheatre. Semula Otsuka memang akan memberikan tulisan Pocari Sweat di area tersebut. Tapi setelah berkoordinasi dengan pihak perencanaan pembangunan akhirnya tulisan tersebut tidak digunakan.
Sementara untuk pengerasan, Glenn memang mengakui. Tapi pengerasan dengan memberikan paving tersebut sebetulnya bukan sesuatu yang baru. Karena sebelumnya di hutan malabar sendiri sudah ada paving, yang berfungsi sebagaui jogging track.
‘’Paving lama dibongkar dan diganti paving baru. Nanti pavingnya menggunakan yang lubang-lubang sehingga tetap bisa meresap air,’’ katanya.
Bukan itu saja, perbaikan juga dilakukan pada resevoir. Kolam tampung air yang kondisinya saat ini tidak layak akan diperbaiki. Minimal kolam ini bisa berfungsi dan tidak mampet. Air yang ada di dalamnya juga tidak keruh.
Sementara itu Hutan Kota Malabar wajib diberi pagar keliling. Pagar tersebut berfungsi untuk mengontrol pengunjung yang masuk. Hal ini dikatakan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Bambang Sumarto kemarin. Ditemui Malang Post disela-sela kegiatan sidak, Bambang mengatakan jika pagar keliling tersebut berfungsi untuk mengontrol pengunjung yang datang. Kendati ada pembangunan, tapi fungsi hutan ini tetap ada. Lantaran itulah, selain pagar keliling, pihak DKP Kota Malang wajib memberlakukan jam operasional.
Bambang menegaskan jika pihaknya sama sekali tidak setuju jika ada alih fungsi hutan. Yang sebelumnya hutan menjadi taman kota. Tapi begitu, saat melihat siteplan, pihaknya pun sangat paham.
Sebelum melakukan sidak, anggota Komisi C DPRD Kota Malang ini lebih dulu melakukan hearing dengan DKP Kota Malang. Dalam keterangannya, Erik S Santoso selaku kepala DKP menjelaskan detail terkait proyek pembangunan ini. Bahkan, hal kecil pun dibahas kemarin.
“Setelah hearing, kemudian ditindaklanjuti dengan sidak ke lapangan. Untuk melihat secara langsung, bagaimana pembangunannya. Sehingga kita pun bisa paham,’’ kata Bambang.
Sejauh ini, Bambang mengaku Pemkot Malang Kota tidak salah dalam revitalisasi hutan Malabar, asalkan fungsi hutan ini sama sekali tidak berubah. Sejauh ini menurut Bambang, Erik menjelaskan seluruh proyek pembangunan di Hutan Malabar. Penjelasan logis memberikan lampu hijau DKP untuk melanjutkan pembangunan.
“Pada intinya, ada tiga yang harus dipenuhi, yaitu ada pagar keliling, ada tempat duduk untuk digunakan istirahat pengunjung, dan memberikan spot lampu yang tdak angker,. Baru itu yang kami usulkan,’’ tambahnya.
Dalam sidak kemarin, selain meninjau lokasi pembangunan, Bambang juga tegas mengatakan, agar tidak ada pohon di hutan ini ditebang. Sebaliknya, dia sangat setuju, saat Pemkot melalui PT Amerta Indah Otsuka, menambahi 100 bibit pohon baru.
‘’Kalau pembangunan itu untuk kebaikan dan tidak menyalahi aturan, bisa dilanjutkan. Tapi beda lagi jika pembangunan ini merubah fungsi hutan, tidak perlu lusa sekarang kami hentikan, bisa hentikan pembangunannya,’’ tambahnya.
Sementara itu sidak kemarin dimulai dari area ampitheatre. Di area ini kemarin sudah dibangun tempat duduk memutar. Agar bisa berfungsi sebagai resapan, paving untuk bagian bawahnya menggunakan paving yang jenisnya berlubang. Sidak dilanjutkan pada reservoir.
Di kolam yang menampung air saat hujan ini Bambang cukup risih. Itu karena kondisi air di kolam tersebut kotor. Bukan itu saja,  kolam mini juga mampet, sehingga harus diperbaiki. Pandangan berbeda saat dia melihat pondasi untuk bangunan rumah pantau. Rumah pantau tersebut menurutnya sangat tidak efektif. Tinggi menara pantau ini hanya 2,5 meter.
Sidak kemarin, anggota Komisi C DPRD Kota Malang ini juga melihat rumah kompos. Rumah ini ikut dipantau, karena juga menjadi target perbaikan.
Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang Erik S Santoso yang kemarin mendampingi anggota Komisi C DPRD Kota Malang saat melakukan sidak menjelaskan rinci siteplan proyek pembangunan. Kepada semua yang hadir, Erik mengatakan pembangunan hutan malabar ini tidak merubah fungsinya. Memang di hutan ini akan ada play ground dan beberapa wahana bermain. Hanya saja, itu merupakan fungsi minor yang tidak perlu diresahkan.
‘’Fungsi utamanya tetap hutan kota, kalau ada anak-anak bermain itu hanya sebentar saja, karena nanti akan ada jam operasionalnya,’’ katanya.
Kendati ada usulan memberikan pagar keliling, dari DPRD Kota Malang, menurut Erik tidak akan merubah siteplan yang sudah ada. Sebaliknya usulan dari dewan ini justru akan mempercantik hutan.(ira/big/ary)

Sumber: http://malang-post.com/kota-malang

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.