BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Anda pasti sering sekali menikmati salah satu makanan khas Indonesia, khususnya Malang yang berasal dari olahan daging bernama bakso. Dengan kenyalnya pentol dan gurihnya kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur dan ditaburi bawang goreng dan seledri sering membuat kita rindu.

Banyak sekali variasi bakso yang dapat Anda nikmati di Malang, mulai dari bakso yang di gerobak sampai yang ada di restoran. Untuk yang di restoran di antaranya ada: Bakso President, Bakso Cak Man, Bakso Horeg, Bakso Damas, Bakso Dong, Bakso Bakar Pahlawan Trip, Bakso Solo, Bakso Cak Kar dan masih banyak tempat makan bakso yang harus Anda coba satu persatu karena setiap tempat memiliki cita rasa yang berbeda-beda. Ada yang unik dengan gorengannya yang tidak bisa Anda dapatkan di tempat lain.

Nikmatnya bakso via indonesian-medan-food.blogspot.com
Nikmatnya bakso via indonesian-medan-food.blogspot.com

Tapi tahukah Anda bahwa bakso ternyata berakar dari seni kuliner Tionghoa? Ternyata nama bakso berasal dari kata ‘Bak-So’ yang dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti ‘daging giling’. Namun dahulu orang Tionghoa tidak menggunakna daging sapi dalam olahannya, Bakso China biasanya terbuat dari babi atau makanan laut dan warnya agak kecokelatan dan bentuknya tidak bulat sekali. Sedangkan bakso Malang terbuat dari daging sapi, berwarna abu abu dan bentuknya bulat sekali. Bakso China biasanya tidak disajikan dengan kuah melimpah berbeda dengan bakso Malang yang disajikan dengan kuah melimpah.

Pada akhir Dinasti Ming (awal abad ke-17) di Fuzhou, ada seorang pria bernama Meng Bo, tinggal di sebuah desa kecil. Meng Bo dan Ibunya tinggal bersama hingga Meng Bo tumbuh besar dan Ibunya menua. Saat Ibunya semakin menua, ia tak bisa lagi mengkonsumsi daging karena terlalu keras untuknya. Namun Meng Bo mencari cara agar Ibunya bisa makan daging lagi.

Di saat yang sama ketika Meng Bo sedang mencari ide, ia melihat kue yang bernama mochi. Dari sana lah Meng Bo mengolah daging berbentuk bulat. Sejak saat itu lah Ibu Meng Bo bisa menikmati daging lagi dengan rasa yang tidak kalah nikmatnya dengan daging biasa.

Bakso bakar Malang
Bakso bakar via leveldelapan.wordpress.com

Selain bakso memiliki sejarah yang begitu unik dan menarik, tentu dari segi kesehatan juga memiliki kandungan gizi.  Di dalamnya terdapat 190 kilokalori, protein 10,3 gram, karbohidrat 23,1 gram, lemak 6,3 gram, kalsium 35 miligram, fosfor 0 miligram, dan zat besi 6,75 miligram.  Selain itu di dalam Bakso juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin C 4 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 250 gram Bakso, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100%.

Selain itu unntuk kesehatan Anda pun juga harus berhati-hati dalam mengkonsumsi bakso. Bahkan menurut BPOM bakso menjadi salah satu menu yang dianggap berbahaya karena banyak bakso yang mengandung boraks atau bleng untuk membuat tepung menjadi lebih kenyal mirip daging serta lebih awet. Selain itu bakso yang dijual tetapi dipajang di etalase pada temperatur ruang berkemungkinan besar tercemar oleh bakteri, di antaranya bakteri penyebab diare atau salmonela penyebab penyakit tifus. Oleh karena itu pilihlah bakso yang sedang direbus untuk menghindari bakteri tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.