BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Candi Kidal, sebuah Candi yang merupakan warisan dari dinasti kerajaan Singhasari. Dari berbagai sumber didapatkan informasi jika Candi Kidal ini adalah yang paling tua di Jawa Timur yang lokasi tepatnya ada di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Keberadaan Candi Kidal ditemukan oleh kolonial Belanda, tidak heran salah satu benda berharga yang ada di Candi ini yaitu arca Siwa saat ini tersimpan rapi di Royal Tripical Institute Amsterdam.

Candi ini dibangun pada 1248 yang merupakan persembahan untuk Raja Anusapati. Dalam kisahnya, Anusapati naik menjadi Raja setelah membunuh Ken Arok. Pembunuhan ini dikarenakan ada rasa dendam dari Anusapati karena Ken Arok membunuh ayahnya Tunggu Ametung.

Dirinya kemudian menjadi Raja dan memerintah Singosari selama kurang lebih 20 tahun. Di akhir cerita, dia kemudian dibunuh oleh Panji Tohjaya yang merupakan saudara tirinya, pembunuhan ini diyakini sebagai bagian dari kutukan keris Mpu Gandring.

Salah satu relief candi, via: papanpelangi
Salah satu relief candi, via: papanpelangi

Tujuan pembuatannya adalah untuk mendarmakan Anusapati agar mendapatkan kemulian sebagai Siwa Mahadewa. Dari bentuknya, menurut para pakar Candi ini merupakan prototipe bentuk Candi-candi yang ada di Jawa Timur.

Dalam relief yang meliputi segala sisinya, Candi Kidal memuat kisah Garudeya. Kisah mitologi garuda pada agama Hindu yang berisikan pesan tentang pembebasan dan perbudakan. Konon, cerita itu adalah pesan dari Anusapati untuk membebaskan ibunya [Ken Dedes] yang menderita selama hidupnya.

Mitos Garudheya terpahat secara lengkap dalam relief di seputar kaki candi. Untuk membacanya digunakan teknik prasawiya atau dibaca dengan arah berlawanan dengan jarum jam dan dimulai dari sisi selatan.

Mitos bercerita tentang perjuangan anak yang membebaskan ibunya dari pendertaan. Diawali dari Garudheya yang sedih melihat ibunya yang menjadi budak. Dia kemudian berusaha dengan keras mencari cara untuk membebaskannya.

Akhirnya Garudheya berhasil mendapatkan keterangan jika ibunya bisa bebas dari ikatan perjanjian dengan tebusan tirta amerta (air kehidupan) yang tersimpan di kahyangan yang dijaga oleh Dewa Wisnu.

Setelah melalui berbagai rintangan, Garudheya berhasil mendapatkan izin dari Dewa Wisnu untuk mengambil tirta amerta dengan syarat dia harus menjadi tunggangan.

Selain cerita mitos Garudheya, masyarakat di sekitar lokasi dan kelompok kesenian jaranan dari berbagai daerah di Malang juga sering menggelar ruwatan di candi tersebut. Para pelajar dan masyarakat umum juga sering mengunjungi candi ini.

Dirangkum dari: OkezoneĀ danĀ Perpusnas

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.