BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Malang memang disatukan dengan Arema Indonesia-nya, tapi bukan berarti hanya sedikit pendatang yang ada di Malang. Begitu banyak pendatang dari berbagai daerah, kebanyakan di antara mereka adalah yang ingin menuntut ilmu—karena Malang memang merupakan Kota Pendidikan yang mewarnai Malang sehingga memiliki berbagai suku dan ras yang berbeda-beda. Namun selain itu, di Malang terdapat sebuah kompleks yang semua penghuninya adalah orang yang memiliki keturunan Arab, sehinga kompleks tersebut dinamakan Kampung Arab.

Kota Malang sebagai kota pedalaman lah yang menjadikan Malang sebagai salah satu kota tempat persebaran agama Islam oleh kaum Arab. Dari situ lah awal mula orang Arab berbondong-bondong menempati pesantren-pesantren yang berbeda lokasi di Kota Malang.

Salah satu sudut di pemukiman kaum Arab di Malang via malang77.blogspot.com
Salah satu sudut di pemukiman kaum Arab di Malang via malang77.blogspot.com

Namun, sejak 1854, ada kebijakan yang bernama Regering Regleement, di mana program yang ditetapkan pemerintah Hindia Belanda ini mengakibatkan masyarakat kota Malang terbagi menjadi tiga kelas utama, yakni: Eropa, Timur Asing dan Pribumi alias orang Indonesia asli yang menempati Malang. Meskipun pada akhirnya pada tahun 1860, masyarakat Timur Asing disamakan dengan Pribumi (kebiajakan Vremde Oosterlingen).

Kemudian pengelompokkan tempat dimulai sejak 1882, kebijakan pemerintah Hindia Belanda memberikan lokasi yang berhak dihuni oleh kaum Arab (Handinoto, 1996) di belakang Masjid Jami’ (sebelah Barat Alun-alun Kota Malang) dan juga Embong Arab yang diartikan sebagai jalan milik orang Arab yang terletak di sebelah barat Pasar Besar.

Begitu lah bagaimana akhirnya komunitas Arab kota Malang secara alami membentuk perkambungan sejak dahulu kala hingga saat ini. Pada umumnya kaum arab yang ada di Malang keturunan dari Yaman, tepatnya di daerah Tarim dan Hadramaut. Mereka memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat, bahkan hingga saat ini.

Embong Arab Malang via http://jelajahmalang.blogspot.co.id/
Embong Arab Malang via http://jelajahmalang.blogspot.co.id/

Di kawasan Embong Arab ini Anda akan benar-benar merasakan bagaimana suasana yang dibentuk dari pemukiman Arab ini. Karena memang kaum Arab kebanyakan profesinya adalah pedagang, di sana banyak sekali ruko-ruko khas Arab. Mulai dari parfum, oleh-oleh haji & umroh, kurma, obat herbal atau masakan khas Arab yang lezat seperti Rumah Makan Cairo yang di dalamnya Anda bisa menikmati roti maryam yang dicocol gulai kambing asli dari chef Arab.

Terdapat juga sekolah di pemukiman kaum Arab ini, uniknya mereka memiliki hari libur yang berbeda dari sekolah umum kebanyakan. Kalau biasanya siswa dan siswi lain libur pada hari Minggu, sekolah di kawasan Embong Arab ini memiliki hari libur di hari Jum’at. Di hari Jum’at, ketika Anda sedang sibuk berbelanja di sana, beberapa jam menjelang salat dhuhur, Anda akan melihat banyak laki-laki yang berbondong-bondong segera beribadah ke masjid untuk salat jum’at dan tentunya mereka semua adalah kaum arab. Selain itu toko pun satu persatu mulai ditutup, karena memang hari Jum’at adalah hari rayanya umat muslim setiap minggu.

Sumber foto: sjahriannurnanang.blogspot.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.