BERBAGI
pantai clungup sumbermanjingpantai clungup sumbermanjing
Pantai Clungup Sumbermanjing Wetan (C) HALOMALANG
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pesona pantai di kawasan Malang selatan memang tidak diragukan lagi kualitasnya. Pantai Clungup menjadi bukti kesekian fakta tersebut. Warga Kabupaten Malang beruntung memiliki pantai yang juga menjadi kawasan konservasi mangrove ini.

Pantai ini bertetangga dengan Pantai Sendang Biru, tepatnya di sisi sebelah baratnya. Letak pantai ini berada di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Meski termasuk jalur pantai selatan, Pantai Clungup ini memiliki ombak yang tergolong cukup tenang dan air yang dangkal. Jadi, pengunjung yang gemar berselancar tidak bisa menyalurkan hobinya di pantai tersebut.

Pantai ini tak hanya menawarkan pemandangan bagus khas pantai Malang selatan. Ada pula kawasan edukasi pelestarian Mangrove di area pantai ini. Pangujung bisa berwisata menikmati pemandangan sambil belajar bagaimana melestarikan hutan bakau.

Berbeda dengan pantai lainnya, untuk memasuki kawasan konservasi Clungup yang mejadi perlindungan dan rehabilitasi hutan bakau ini para pengunjung wajib menaati 12 poin peraturan. Sebelum masuk gerbangnya, pengunjung terlebih dahulu harus melapor kepada pengelola, yakni Bhakti Alam Sendang Biru di posnya.

Usai membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,- yang distempel Perhutani, pengunjung wajib mengkonfirmasi maksud dan tujuannya. Barang bawaan pengunjung juga bakal dicek oleh petugas, terutama barang bawaan berupa minuman botol, gelas plastik, kaleng, mie/kertas minyak, plastik sampah, rokok, snack, hingga tempat makanan dan peralatan mandi.

Yang harus diperhatikan, jumlah barang ketika masuk harus sama dengan barang yang dibawa ketika pulang. Jika ada yang kurang, maka pengunjung tersebut akan dikenakan denda sebesar Rp 100 ribu per item yang kurang.

Pengecekan jumlah barang ini diberlakukan petugas untuk menjaga kondisi lingkungan tetap asri. Sebab, kawasan ini sudah ditetapkan sebagai area konservasi oleh pemerintah.

Selain itu, masih banyak aturan main yang harus ditaati pengunjung. Di antaranya, dilarang berburu, dilarang membawa miras dan narkoba, dilarang mengambil/merusak terumbu karang dan pasir, dilarang berbuat zina, dan lain-lain.

Setelah diizinkan masuk oleh petugas, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di halaman setelah pintu masuk. Tiap kendaraan juga dikenakan tiket parkir sebesar Rp 5.000,-, untuk roda dua. Sementara kendaraan roda empat harus parkir sekitar 500 meter di dekat permukiman warga.

Dari area parkir, tak sampai 10 menit berjalan kaki, pengunjung akan disambut hamparan hutan bakau alias mangrove yang cukup luas di sisi selatan jalan setapak. Banyak jenis mangrove yang ditanam di sini, salah satunya adalah Mentigi. Kawasan konservasi ini membentang ke barat hingga menyentuh bibir Pantai Clungup.

Area pantai ini sebenarnya menyatu dengan Pantai Gatra yang memiliki keunikan lain berupa hamparan karang-karang yang unik di sebelah selatan. Dalam kondisi air laut yang surut, pengunjung bisa “mampir” ke Pantai Gatra melalui hamparan pasir Pantai Clungup. Hamparan pasir hasil surutnya air laut ini yang memisahkan Pantai Clungup bagian barat dan bagian timur.

Pengunjung dilarang menuju Pantai Clungup bagian barat yang juga menjadi pintu gerbang menuju Pantai Mbangsong dan Tiga Warna tanpa seizin petugas. Pengunjung wajib didampingi oleh petugas, karena di kawasan itu terdapat area konservasi lainnya, seperti penyu dan terumbu karang.

Pengunjung yang hendak camping, juga tak boleh sembarangan mendirikan tenda. Mereka hanya diperbolehkan mendirikan tempat bermalam di area sekitar Pantai Clungup dan Pantai Gatra.

Akses jalan ke pantai ini, sebenarnya cukup mudah, namun diperlukan kejelian untuk melihat petujuk jalannya. Dari arah Jalur Lintas Selatan Malang, ikuti pertigaan ke kanan arah Pantai Goa China, setelah itu ikuti penanda arah Pantai Clungup di pertigaan pertama. Sesampainya di depan BRI Cabang Sumbermanjing Wetan, ada jalan kecil ke arah kanan yang masuk permukiman warga, sebagai salah satu pintu masuk.

Kabarnya, setiap Kamis (mulai September 2015), area konservasi Clungup ini mengagendakan libur kunjungan alias ditutup untuk umum. Di hari itu ada pembersihan kawasan pantai maupun perawatan mangrove. Jadi, pengunjung disarankan datang pada hari lain.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.