BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Malang bangga memiliki sosok Matias Ibo. Pasalnya, pria berdarah campuran Indonesia-Swiss ini menjadi fisioterapis pertama bagi Tim Nasional Sepakbola Indonesia.

Matias Ibo lahir di sebuah kelurahan bernama Songgokerto di Kota Batu-Malang, Jawa Timur pada 6 Desember 1978. Masa kecilnya dihabiskan dengan bersekolah di TK Panca Setya, Sintang, Kalimantan Barat. Pada usia tujuh tahun, Matias kembali ke Batu dan bersekolah di SD Immanuel dan berlanjut ke SMP Immanuel enam tahun kemudian.

Lulus SMP, Matias sempat bercita-cita menjadi seorang atlet. Namun sayang, gara-gara nilai akademiknya di sekolah lebih bagus dari nilai olahraganya, Matias harus melupakan keinginan menjadi olahragawan.

Matias pun hijrah ke Kota Malang dan memutuskan bersekolah di SMA Katolik Santo Albertus (Dempo), Kota Malang. Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Matias muda melanjutkan sekolah ke luar negeri pada tahun 1998. Belfast Bible College di Inggris menjadi pilihannya kala itu. Matias mengambil jurusan Youth Work, yang nantinya menangani anak-anak para pecandu narkoba.

Selama kurang lebih empat tahun menimba ilmu di negeri yang terkenal dengan English Premier League-nya itu, Matias juga sempat masuk dalam klub sepakbola amatir. Klub amatir di kampusnya itu bermain di liga amatir (liga gereja).

Tak puas sampai di situ, di tahun 2001, Matias pun kembali menuntut ilmu di kampus luar negeri lainnya. Kali ini Matias terbang ke Belanda untuk menempuh pendidikan di Kampus International Academie Physiotherapy Thim van der Laan, Utrecht mengambil bidang Sport Physiotherapy.

Pintu kembali ke tanah air terbuka pada Mei 2010. Matias yang telah menyelesaikan studinya berniat kembali ke Malang untuk menengok keluarganya. Tanpa disangka, Matias bertemu dengan Ketua Deputi Bidang Teknis Badan Tim nasional (BTN), Iman Arief dan diajak bergabung ke timnas Indonesia sebagai fisioterapis.

Tugas pertamanya adalah mendampingi Timnas Indonesia senior berlaga di Piala AFF 2010. Fisioterapis adalah staf yang bertugas membantu pemulihan pemain yang mengalami cedera. Setelah menganalisis, fisioterapis akan menyusun program latihan untuk si pemain agar dapat segera pulih.

Matias bisa disebut sebagai fisioterapis pertama yang bertugas untuk Timnas Indonesia. Sebelumnya, tugas seorang fisioterapis dirangkap oleh dokter tim yang dibantu oleh para masseur alias tukang pijat. Tak heran, kehadiran Matias di Timnas Garuda di Piala AFF 2010 bisa dibilang meringankan tugas tim kesehatan lainnya.

Pria yang tahun 2015 ini berusia 37 tahun itu mendampingi Timnas Indonesia melaju hingga parta puncak Piala AFF 2010. Sayang, di final, Indonesia kalah agregat 4-2 dari Malaysia yang akhirnya menjadi juara pertama, sementara Indonesia harus puas dengan status runner-up.

Di tahun 2010 itu juga, Matias sempat menjadi bintang film dalam “Tendangan dari Langit”. Dalam film garapan sutradara Hanung Bramantyo itu, Matias kebagian peran sesuai dengan namanya, Matias. Di film itu, Matias juga beradu akting dengan dua bintang lapangan hijau, yakni Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan.

Sukses menjadi fisioterapis Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 membuat Matias mendapatkan tawaran kembali untuk Piala AFF 2012. Namun keputusan mengejutkan diambilnya dalam masa-masa persiapan, Matias memutuskan off dari Timnas Indonesia hingga gajinya dilunasi oleh manajemen, dalam hal ini BTN. Ibo pun memutuskan benar-benar keluar dari Timnas Garuda pada 2013.

Salah satu alasan dia keluar, selain carut-marut masalah finansial di manajemen Timnas, Matias ingin bergabung dengan rekan-rekannya yang memiliki usaha klinik fisioterapi. Menurutnya, usaha tersebut lebih cocok baginya kala itu.

Tahun 2014 lalu, Matias kembali mengasah bakat seni perannya dalam sebuah film layar lebar. Kali ini Matias hadir dalam film bergenre drama romantis berjudul “Aku Cinta Kamu” garapan sutradara “rame-rame”, yaitu Acha Septriasa, Fajar Nugros, Fajar Bustomi, dan Piyu.

Vakumnya kompetisi sepakbola nasional di tahun 2015 ini turut mempengaruhi karirnya di Indonesia. Namun usaha klinik fisioterapinya masih terus dijalankannya. Baru-baru ini di Piala Jenderal Sudirman, Matias Ibo kembali hadir di bench pemain cadangan. Kali ini, Matias berada di tim Semen Padang yang sejauh ini lolos hingga ke babak 8 besar di Solo.

Peran seorang fisioterapis dalam sebuah tim memang tidak terlalu kentara, namun apa yang dilakukannya bisa dibilang sangat vital, terutama bagi pemain yang mengalami cedera. Hal itulah yang patut dibanggakan oleh warga Malang Raya dari sosok Matias Ibo.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.