BERBAGI
Hotel Palace Malang yag berdiri tahun 1915
Hotel Palace Malang yag berdiri tahun 1915 (C) Jelajah Malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sebagai kota penting di era Kolonial Belanda, Malang banyak dikunjungi orang-orang Eropa yang ingin sekedar mampir. Tak heran jika bangunan hotel di Malang banyak didirikan, bahkan sejak Malang belum ditetapkan sebagai Kota Madya pada tahun 1914.

Pertumbuhan jumlah orang Eropa di Malang terbilang cukup signifikan. Sebuah sumber menyebutkan, pada tahun 1905 penduduk Eropa di Malang mencapai 1.400 jiwa. Jumlah itu kemudian meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar 2.500 jiwa pada 1914, ketika Malang ditetapkan sebagai Kota Madya. Pada 1930 jumlah penduduk Eropa bertambah menjadi 7.661 jiwa.

Di zaman kolonial Belanda, Malang menjadi daerah pusat perkebunan serta tempat peristirahatan bagi orang-orang Eropa, terutama bangsa Belanda sendiri yang kebetulan singgah di Indonesia yang kala itu masih menjadi provinsi atau bagian dari Negara Belanda.

Orang-orang Eropa yang ingin tinggal sejenak di Malang tak harus membeli tanah lalu mendirikan rumah di kota nan sejuk itu. Mereka dimanjakan dengan adanya sejumlah hotel dan tempat penginapan dari kelas yang biasa hingga yang mewah.

1. Hotel Palace

Hotel Palace bisa disebut hotel pertama dan tertua di Kota Malang. Hotel ini berdiri di Jalan Alun-alun Selatan (sekarang Jalan Merdeka Selatan). Terletak di sebelah selatan alun-alun sebagai pusat kota di zaman itu, membuat Hotel Palace memiliki lokasi yang cukup strategis.

Hotel ini bisa dibilang sebagai salah satu hotel terkemuka dan menjadi ikon Kota Malang kala itu. Hotel Palace memiliki 70 buah kamar yang siap disewa oleh para wisatawan yang kala itu didominasi oleh orang Eropa. Bangunan hotel ini terdiri dari dua lantai. Tarifnya kala itu bisa mencapai F 75 per malamnya.

2. Splendid Inn

Selain Palace, salah satu hotel besar di Kota Malang lainnya adalah Splendid Inn. Hotel ini berada di Jalan Speelmanstraat (sekarang Jalan Majapahit).

Hotel ini dibangun setahun setelah Hotel Palace berdiri, tepatnya pada tahun 1923. Pemilik hotel ini adalah CC Mulie. Splindid Inn mempunyai 40 buah kamar.

Keunikan hotel ini terletak pada arsitektur bangunannya yang memakai gaya Nieuwe Bouwen (berbentuk kubus dan beratap lurus). Hotel ini dibangun atas kerja keras Kantor Arsitek Smits-Kooper (yang berkantor di daerah Lowokwaru). Arsiteknya terpengaruh oleh gaya arsitektur modern yang mulai meninggalkan bentuk atap lancip seperti di era sebelumnya.

3. Hotel Victoria

Hotel lainnya yang tak kalah berkelasnya adalah Hotel Victoria. Hotel ini terletak di Jalan Van Imhoffstraat (sekarang Jalan Gajahmada). Pemilik hotel ini adalah A.G.M Fupernahnckle.
Menariknya, hotel ini pernah menawarkan sewa bulanan sebesar F 125 per kamar, pada Oktober 1930.

4. Hotel Astor

Hotel Astor juga menjadi salah satu hotel ternama di era Kolonial Belanda di Malang. Hotel ini terletak di Bromostraat (sekarang Jalan Bromo) Nomor 17.

Orang yang ingin menginap di hotel ini harus membayar dengan tarif F 150 per orangnya. Sementara tarif untuk dua orang dikenakan diskon, menjadi hanya F 250.

5. Sans Souciens

Pada kurun 1920-an, ada pula penginapan bernama Sans Souciens. Penginapan ini dimiliki oleh seorang berkebangsaan Prancis bernama H. E Arrians. Lokasinya berada di Jualianastraat sekarang Jalan RA Kartini).

Bangunan penginapan ini mempunyai dua bagian. Bangunan pertama terdiri dari lima buah kamar untuk keluarga dan satu kamar untuk satu orang. Sedangkan bangunan kedua terdiri dari empat kamar untuk keluarga dan satu kamar untuk dua orang.

Selain kelima hotel dan penginapan itu, terdapat pula tempat-tempat lain dengan konsep wisma (atau kala itu disebut Pension). Sebut saja Pension Elvira di kawasan Celaket dan Pension Henriette di daerah Klodjen Kidul no 11.

Bagaimana kondisi hotel-hotel tersebut pada masa sekarang ketika usia Kota Malang sudah memasuki 1 abad di tahun 2015 ini? Silakan main ke Malang dan saksikan sendiri dengan mata kepala Anda keberadaan bangunan kuno sisa kejayaan Kolonial Belanda di Bumi Arema itu.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.