BERBAGI
Pantai Tamban Malang (C) Sueto
Pantai Tamban Malang (C) Sueto
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Pantai Tamban merupakan salah satu pantai yang tergolong masih perawan di kawasan Malang selatan. Keberadaannya yang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat membuat kondisi pantai ini terbilang masih asri. Namun ternyata tak banyak orang yang mengetahui, bahwa di balik namanya tersimpan kisah tiga orang kiai yang pertama kali menemukannya.

Tamban terletak satu jalur dengan Pantai Sendangbiru, sekitar 65 kilometer arah Selatan kota Malang. Pasir di pantai ini berwarna putih, yang terhampar indah sepanjang 1.500 meter. Panorama lautan lepas khas pantai selatan menjadi daya pikat pantai ini. Penampakan Pulau Sempu di seberang lautan pun bisa disaksikan dengan mata telanjang dari bibir Pantai Tamban. Bahkan jika ingin mencapainya, pengunjung bisa memanfaatkan jasa antar jemput menggunakan perahu nelayan setempat.

Pantai ini sejatinya satu paket di dalam Desa Wisata Tamban. Karenanya, selain mendapatkan kepuasan menikmati eksotisnya Pantai Tamban, pengunjung juga bisa melakukan beragam kegiatan wisata yang menarik lainnya. Setelah lelah mengelilingi desa, dan pantai, pengunjung dapat melihat aktivitas di tempat pelelangan ikan. Ombak pantai yang tergolong tenang memungkinkan bagi para pengunjung yang berminat melakukan berbagai macam aktivitas air seperti jet ski, diving, surfing, parasailing, dan lain sebagainya. Hanya saja perlu diwaspadai karena sewaktu-waktu mendadak ombak bisa membesar.

Nama Tamban sendiri ternyata memiliki sejarah yang cukup kuat di kalangan penduduk asli. Dalam bahasa Jawa, Tamban berarti obat (tombo). Dulunya, air di pantai ini konon pernah menjadi obat bagi tiga kiai penemu kawasan ini yang berjasa membuka hutan di dekat pantai pada tahun 1880-an. Tiga kiai itu adalah Kiai Ngastowo, Kiai Mangun, dan Kiai Yaser.

Di tengah proses membuka hutan itu, ketiganya merasa kehausan hingga jatuh sakit. Saat itu, sulit sekali mencari air tawar untuk diminum. Karena tak ada pilihan lain, mereka pun terpaksa meminum air kotor di sungai yang bermuara di pantai ini. Bukannya rasa haus dan sakit menghilang, mulut mereka malah terasa pahit sekali. Mereka pun mencoba minum air laut di pantai. Alhasil, air yang asin itu menjadi penawar rasa pahit tadi, rasa haus dan sakit mereka pun menghilang secara ajaib. Dari situlah mereka menamai air di pantai itu dengan sebutan air tamban atau air untuk obat.

Bagi pengunjung yang bosan dengan pemandangan pantai dan desa wisata, bisa juga beralih ke Kedung Ijo, sebuah muara yang cukup besar di sebelah timur pantai. Airnya cukup bening dan segar. Air yang mengalir di Kedung Ijo ini sebelumnya melintasi tebing yang dipenuhi dengan batu-batu besar. Sebagian tebing yang longsor karena adanya abrasi laut menjadi pesona tersendiri dari tempat ini. Banyak batu-batu besar yang berserakan di dasar kedung ini menambah kesan natural.

Di sisi sebelah utara kedung terdapat semacam kolam besar. Pengunjung bisa berenang di spot ini, karena airnya bening dan segar. Namun, lokasinya agak jauh dari tebing, sehingga kawasan ini bebas dari longsoran batu-batu besar dari tebing.tidak sampai ada batu yang longsor. Ikan-ikan air tawar yang menghiasi kedung pun menambah daya tarik pengunjung yang ingin memancing ikan.

Di pantai ini telah disediakan fasilitas penginapan yang lumayan memadai. Ada beberapa rumah kayu untuk tipe elegan, yang berkapasitas dua orang per kamar. Ada pula akomodasi bertipe asrama yang berkapasitas 6-10 orang per kamar. Penginapan ini total mampu menampung sekitar 150 orang pengunjung. Jangan khawatir, karena penginapan itu masih berada di tengah alam dengan pemandangan yang menyejukkan mata. Masing-masing penginapan juga dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang.

Untuk pengunjung yang datang dengan budget pas-pasan tapi tetap ingin bermalam, disarankan membawa tenda. Sebab, bagi mereka yang ingin bermalam dengan bercamping ria, juga disediakan pula area khusus.

Bila Anda datang ke pantai ini menggunakan kendaraan bermotor, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Sementara dari Sendangbiru ke Pantai Tamban hanya butuh waktu sekitar 30 menit. Dari arah Kota Malang, Anda bisa melalui jalan menuju Pantai Sendangbiru, sekitar 5 km sebelum Sendangbiru, Anda bisa berbelok ke arah kiri untuk menuju Pantai Tamban. Tenang saja, karena di persimpangan jalan tersebut terdapat sebuah petunjuk arah berwarna hijau yang bertuliskan Pantai Tamban. Akses jalan menuju pantai ini cukup nyaman bagi ban kendaraan, karena sebagian besar jalannya sudah beraspal, dan sebagian lainnya telah dicor. Jalannya juga sebagaian besar mendatar dan hanya sekali-sekali terdapat tanjakan. Anda tertarik? Ajak-ajak kami ya. =)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.