BERBAGI
Terminal Gadang Malang
Terminal Gadang Malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Terminal Gadang adalah salah satu dari tiga terminal besar di Kota Malang. Terminal jenis A ini dulunya menjadi terminal penghubung Kota Malang dengan kawasan Malang selatan, dan daerah Malang timur. Namun kini nama terminal ini telah menjadi kenangan.

Dulunya, terminal yang terletak di ujung selatan Jalan Kolonel Sugiono ini melayani bermacam rute bus. Mulai dari jurusan Malang – Turen – Dampit, Malang – Tulungagung, Malang – Blitar – Trenggalek dan Malang – Lumajang (Kali Bening).

Selain itu, ada belasan jalur angkutan kota (angkot) yang transit di terminal ini. Ada jalur ABG (Arjosari – Borobudur – Gadang), AG (Arjosari – Gadang), AJG (Arjosari – Janti – Gadang), AMG (Arjosari – Mergosono – Gadang), GA (Gadang – Arjosari), GL (Gadang – Landungsari), GM (Gadang – Mulyorejo), GML (Gadang – Mergan – Landungsari), LDG (Landungsari – Dinoyo – Gadang), dan LG (Landungsari – Gadang).

Tak hanya angkot, Terminal Gadang juga menjadi tempat transit bagi angkutan desa (angkudes). Ada jalur K1 (Gadang – Kepanjen – Karangkates), GS (Gadang – Sumbersuko, Wagir), Gadang – Wajak, Gadang – Bululawang – Tumpang, Gadang – Bululawang – Kepanjen, Gadang – Gondanglegi – Bantur, GWK (Gadang – Wadung – Kepanjen), Gadang – Kepanjen – Karangkates – Ngliyep, Gadang – Kepanjen – Pagak – Ngliyep, Gadang – Turen – Sendangbiru, TTG (Turen – Tirtosari – Gadang), dan lain-lain.

Pada masa kejayaannya, terminal ini menjadi salah satu denyut nadi perekonomian Kota Malang. Sebab, di sebelah selatan terminal ini terdapat Pasar Induk Gadang yang merupakan salah satu pusat bertemunya pedagang, pembeli dan pemasok barang hasil pertanian, seperti sayur dan buah-buahan dari wilayah Malang selatan. Tak heran jika Terminal Gadang ikut ramai oleh para “saudagar” yang hendak berdagang di pasar tersebut.

Di seberang jalan, tepatnya di sebelah barat Terminal Gadang, juga terdapat sentra pedagang buah. Lapak pedagang buah tersebut tak hanya menumpang hidup dari aktivitas terminal, namun turut menghidupkan perekonomian di dalamnya. Banyak penumpang, terutama yang dari luar kota, menyempatkan waktu mampir ke lapak ini hanya demi membeli oleh-oleh buah apel khas Malang.

Agak ke barat, tepatnya di depan pos polisi Gadang, yang berada di Jalan Satsuit Tubun, terdapat pangkalan khusus angkot GL, LG, GA dan GML. Pangkalan ini memakan halaman sebuah ruko dan dealer kendaraan bermotor. Sementara itu, di jalan kembar menuju ke Pasar Induk Gadang, biasa menjadi pangakalan bagi bus-bus ke arah Dampit, Lumajang, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Sementara di pojokan jalan perempatan yang menuju ke selatan biasa dihuni oleh angkudes jalur Wajak, Gondanglegi, Bantur, serta bison jurusan Dampit.

Di sisi selatan pangkalan ini terdapat warung-warung kaki lima yang menjual makanan, seperti sate, gule, rawon, mie ayam, bakso, dan lain-lain. Di belakang lapak-lapak ini juga berdiri sebuah swalayan, Alfamidi yang buka 24 jam. Di seberang Alfamidi, berjejer pula lapak-lapak yang menjual cemilan, permen, juga makanan pengganjal perut lainnya.

Beralih ke sisi utara, tepatnya di sebelah utara sentra buah. Di depan warung-warung makan, angkot AG, LDG, AMG, AJG dan GM biasa mangkal menanti penumpang yang enggan masuk ke dalam Terminal Gadang. Banyak makelar yang berkeliaran di sekitar sini merayu para penumpang yang hendak memakai jasa angkot. Tak jarang terjadi rebutan saling tarik tangan penumpang oleh mereka.

Pojokan terminal sebelah utara juga menjadi pemberhentian terakhir bagi para penumpang angkot dari arah kota yang ogah masuk ke dalam Terminal Gadang. Mereka kebanyakan beralasan lebih praktis turun di luar karena sudah ada bus-bus yang mangkal di luar terminal, sehingga lebih mudah dijangkau.

Penumpang dari arah selatan (Lumajang, Dampit, Turen) yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan angkot juga biasanya turun di perempatan lampu merah Gadang. Hal ini dilakukan untuk mempersingkat waktu daripada harus turun di dalam terminal.

Keegoisan para penumpang dan kebiasaan para sopir angkutan umum inilah yang akhirnya menyebabkan carut-marut di sekitar pintu keluar dan pintu masuk terminal. Kemacetan luar biasa juga sering terjadi di perempatan Gadang, terlebih ketika lampu merah tidak berfungsi dengan baik.

Kondisi ini yang akhirnya membuat Pemerintah Kota Malang pada 2009 silam menon-aktifkan terminal ini dan mengalihkan tugasnya sebagai tempat pemberhentian kendaraan umum dari dan ke Malang Selatan ke terminal baru, yakni Terminal Hamid Rusdi. Terminal anyar ini letaknya 2 kilometer di sebelah timur terminal lama. Untuk mengaksesnya, harus membelah hiduk-pikuk jalanan Pasar Induk Gadang.

Namun, kebijakan tersebut dianggap kurang populer bagi sopir angkutan umum, pedagang di dalam terminal yang lapaknya tergusur, pedagang sentra buah depan terminal lama, bahkan penumpang yang terbiasa naik turun di dalam maupun luar Terminal Gadang. Mereka mengeluhkan jauhnya relokasi terminal baru ini karena menambah lama waktu perjalanan mereka.

Tak ayal, terminal baru yang semula diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di sekitar ujung selatan Jalan Kolonel Sugiono hanyalah mitos. Terminal Hamid Rusdi yang eksistensinya kurang diakui menjadi sepi dari aktivitas penumpang dan sopir angkutan umum. Kemacetan di jalanan Pasar Induk Gadang yang muncul setelah pengalihan terminal ke arah timur juga menjadi PR baru bagi Pemkot Malang.

Kemacetan yang ingin diberangus justru makin menjadi, tatkala bus, angkot dan angkudes sepakat tetap mangkal di tempat biasanya saat sebelum Terminal Gadang ditutup. Namun setidaknya, kondisi ini tetap menjadi sumber pendapatan bagi para pelapak di seputaran terminal lama, meski mereka tetap mengaku mengalami penurunan omzet sejak terminal dipindahkan.

Bagi Anda yang pernah kecopetan, iseng-iseng menemukan uang milik penumpang lain yang jatuh, singgah di ruang tunggu di depan loket peron, sekedar makan siang di salah satu warung di dalam terminal, atau mungkin memiliki momen tak terlupakan lainnya di Terminal Gadang, Anda bisa bernostalgia dengan berjalan-jalan di depan pintu terminal lama. Masih ada sentra buah dan segala hiruk-pikuk lalu-lintas yang bakal menyambut Anda di sana.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.