BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jika anda senang melakukan perkemahan di Coban Talun. Anda akan menemukan sebuah monumen yang dicat putih dengan tunas kelapa sebagai puncaknya. Ya, Monumen tersebut adalah Monumen Dharma Bakti Pramuka.

Perkemahan Coban Talun di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, selain dikenal dengan air terjun yang aduhai. Juga terdapat sebuah bumi perkemahan yang terdiri dari sebuah tanah lapang yang diselingi dengan tumbuhan pinus. Jika anda berkemah di sana, aroma air coban talun yang dingin kadang bisa sampai ke wilayah perkemahan yang membuat tenda terasa dingin di pagi hari karena diselimuti dengan embun yang datang.

Memang bagi generasi lawas, keberadaan monumen itu tidak ditemukan terutama dibawah tahun 2006. Karena monumen tersebut dibuat untuk memperingati kejadian memilukan pada 3 November 2006 saat acara perkemahan Lomba Tingkat III.

Cerita tersebut bermula saat para peserta usai melakukan pentas seni untuk beristirahat di tendanya masing-masing. Dalam sebuah kondisi yang gelap, sebuah pohon pinus besar ambruk dan menerpa tenda SMPN 2 Kota Batu yang diisi oleh 10 siswi pramuka. Kondisi pohon yang besar membuat tiga anggota pramuka tewas seketika, seorang lagi mengalami luka berat dan mengalami kondisi kritis tetapi akhirnya meninggal di RS Baptis Batu, sementara tiga pramuka mengalami luka ringan, dan tiga lain selamat.

2015_12_Monumen-Dharma-Bakti-Pramuka_1

Kegiatan Lomba Tingkat yang semestinya menjadi ajang kegembiraan bagi Pramuka Penggalang berubah menjadi isak tangis malam itu juga. Mendung duka menggelanyuti bumi perkemahan karena tidak ada yang tidur usai kejadian semalam itu.

Monumen yang bertinggi tiga meter tersebut dibangun atas ide kepala sekolah SMP di Kota Batu yang notabenenya adalah peserta lomba tersebut untuk mengenang Dharma Bakti seorang Pramuka dengan tunas kelapa di bagian atasnya. Monumen tersebut juga bertuliskan sebuah kata duka dan nama korban.

Monumen Dharma Bakti Pramuka

Tak cukup menangisi kepergianmu
Dengan derai air mataku…
Akan kutulis untaian harapan
Meneruskan cita-cita dan Darma Baktimu

Sebagai penghormatan Darma Baktimu:
    Rosa Amalia
    Kattalea Karisma Maharani
    Dita Nur Aisiyah
    Rizki Dona Ariska

Akan kuteruskan cita-cita dan perjuangamu…

Sumber foto: flickr, arsempro media

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.