BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Buah Rukem, mungkin anda sedikit mengeryitkan dahi saat mendengar buah yang tidak akan pernah di jual di toko buah. Ya, karena buah ini memang berasal dari tanaman yang biasa tumbuh liar di kebun belakang rumah atau sawah. Bentuk buahnya mirip seperti Kelengkeng, namun daging buahnya mirip dengan Juwet.  Buah ini memang termasuk langka.

Tinggi pohon Rukem mencapai 10 hingga 20 meter dengan batang dan cabang-cabang biasanya berlekuk dan beralur. Pada batang Rukem  terdapat duri-duri yang panjangnya bisa mencapai 10 cm.

Daun  Rukem berbentuk bundar telur lonjong atau lonjong melanset dengan panjang antara 10 hingga 18 cm dan lebar antara 4 hingga 9 cm. Pinggiran daun bergerigi kasar. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua mengkilat. Saat masih muda daun pohon Rukem berwarna merah kecoklatan.

Di lingkungan penulis sendiri di daerah Mulyorejo. Rukem ditemukan di kebun belakang rumah. Tetapi kemudian pohon itu hilang tak berbekas karena mungkin dulu dibuat kayu bakar untuk acara di rumah.

Terakhir, Rukem penulis temukan ketika jalan-jalan di Malang Tempoe Dulu (MTD) beberapa tahun lalu. Sang penjual membungkus Rukem dengan kertas, dan dengan Rp5000 penulis sudah mendapatkan Rukem yang begitu banyak. Penulis mendapatkan informasi jika buah tersebut masih ada di wilayah kabupaten Malang.

Sang penjual tidak menceritakan lebih detail dimana lokasinya buah tersebut karena dirinya mengaku hanya dipasok oleh seorang penjual yang hadir untuk menyambut pagelaran MTD.

Rukem rasanya campuran antara manis, asam dan sedikit sepat. Adanya getah sepat di buahnya juga membuat mulut seperti lebih tebal setelah memakannya. Tetapi pengalaman makan buah Rukem memang lain dan sulit diungkap dengan kata-kata. Bahkan seorang kawan meskipun agak sedikit lebay menyatakan jika rasa Rukem ini adalah perpaduan antara jeruk dengan apel.

Cara makan Rukem membutuhkan teknik khusus, buah yang berwarna cokelat ini dipelintir lebih dulu supaya empuk dan hilang rasa sepatnya. Kemudian kulitnya dibuka dan baru dimakan, kemudian mulut harus bisa memiliah mana daging buah dan mana biji karena cukup menganggu dengan rasa biji yang pahit.

Kawan pun sembari memelintir Rukem punya syair khusus yang penulis sendiri sejak kecil baru mendengarnya, kurang lebih seperti ini perkataannya.

Mbuk..mbuk..kereco
Gembuko koyok gulo
Ndek..ndek..cur
Ndek..ndek cur
Pende’o sak kucur

Saat ini rukem memang terbilang langka, generasi sekarang hanya mengetahui jika Rukem adalah nama salah satu jalan yang berada di sekitar wilayah Langsep dekat dengan Mall Dieng.

Sayang sekali, karena buah ini banyak sekali manfaatnya, jika dicari di search enggine maka akan menemukan manfaat buah rukem.  Rukem yang masih muda bisa dijadikan obat untuk mengurangi nyeri pada saat menstruasi, gangguan hati, dan menghilangkan bekas gigitan serangga, bisa juga digunakan sebagai obat diare, obat mata. Selain itu daun pohonnya juga bisa dijadikan lalapan, dan batang pohonnya juga bisa digunakan untuk mebel.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.