BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Jika Anda bertanya-tanya dan mencoba mengingat-ingat di mana pangsit yang enak di Malang? Anda bisa langsung menuju Jalan Simpang Balapan Ijen untuk menikmati pangsit yang telah ada sejak 60-an dengan resep yang sedap dan tidak ada perubahan sejak dahulu, Pangsit Cwie Mie Soemarto.

Pangsit Cwie Mie Soemarto ini tetap ada hingga sekarang tidak lain karena resep legendarisnya! Pangsit Cwie Mie Soemarto ini sesuai namanya didirikan oleh alm. Soemarto pada tahun 60-an. Awalnya Soemarto pun tak bisa memasak, semua bermula ketika alm. Soemarto bekerja di Surabaya di sebuah restoran mie yang pemiliknya adalah seorang Tionghoa. Berkat kinerjanya, pemilik restoran tersebut memiliki kepercayaan kepada alm. Soemarto sampai diajari bagaimana membuat pangsit dengan resep andalan terbaiknya.

Sampai akhirnya alm. Soemarto telah mahir membuat pangsit dan mulai membuka usaha pangsit cwie mie. Dulunya alm. Soemarto tidak berjualan seperti saat ini di sebuah tenda ‘Pangsit Cwie Mie Soemarto’ yang ada di Jalan Simpang Balapan Ijen, tepat di pinggir jalan, berjualan di atas gerobak dan ada beberapa kursi dan meja jika Anda ingin menikmati pangsit di tempat tersebut. Alm. Soemarto memulai usaha mandirinya ini dengan gerobak dan keliling dari Jalan Kawi hingga Jalan Bareng.

Sejak 1980-an, usaha pangsit ini diteruskan oleh Pai dan menetap cukup lama di dekat kantor Polres Kabupaten, bahkan begitu kuatnya cita rasa dan legendaris pangsitnya, ketika kantor tersebut pindah ke Kepanjen sempat ditawarkan untuk melanjutkan bisnisnya di kantin kantor. Kemudian pangsit cwie mie ini pun pindah ke kawasan Jalan Ijen yang sempat berpindah-pindah hingga lima kali.

Ada cerita unik dari bagaimana akhirnya ‘Pangsit Cwie Mie Soemarto’ ini dapat menetap di kawasan Simpang Balapan sejak 1996. Rupanya, usaha tersebut bisa ada di depan rumah karena kebaikan hati dari langganan ‘Pangsit Cwie Mie Soemarto’ yang memberikan lahan untuk bisnis ini tanpa biasa sewa, pesannya hanya menjaga kebersihan saja.

Cita rasa yang legendaris memang tetap dijaga sampai ‘Pangsit Cwie Mie Soemarto’ ada di generasi ketiga, yaitu Sutrisno sebagai cucu dari Soemarto. Resepnya tidak ada yang dikurangi sama sekali, namun ada beberapa penambahan bumbu yang memang telah biasa dilakukan. Dahulu masih secara konsisten di ‘Pangsit Cwie Mie Soemarto’ ini mengolah mienya sendiri, asli buatan sendiri. Namun karena kurangnya tenaga kerja sedangkan pengunjung yang datang untuk menikmati pangsit cwie mie legendaris ini terus bertambah, maka sejak tahun 1990-an ‘Pangsit Cwie Mie Soemarto’ ini membeli mie pangsitnya dan tidak mengolahnya sendiri. Namun Anda jangan khawatir untuk cita rasa pangsit era 60-an yang tetap terjaga di sini.

Meskipun Malang terus berkembang dengan banyaknya kafe-kafe modern yang menjamur, ‘Pangsit Cwie Mie Soemarto’ bisa jadi pilihan Anda untuk menjadi obat rindu kuliner tempo dulu yang masih terjaga rasanya hingga saat ini.

Sumber:  radarmalang.co.id

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.