BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Malang dikenal sebagai surganya kuliner lawas, salah satu yang dikenal masyarakat luas adalah Rawon Brintik.

Warung makan tersebut sudah berdiri sejak tahun 1942, atau pada saat Jepang memasuki Indonesia setelah mengalahkan Belanda. Jika anda ke Malang dan belum menemukan rasa rawon yang pas, tidak ada yang salah jika mencoba kuliner ini.

Rawon Brintik sangat mudah ditemukan karena berada pusat kota. Tepatnya di Jl. KH. Ahmad Dahlan 39, Malang. Dari alun-alun kota Malang, anda berjalan ke arah Mall Mitra atau ke arah timur, kemudian di perempatan kudusan tetap ke timur. Dan di jalan itu tidak sampai 300 meter anda bisa menemukan warung tersebut.

Dengan ruangan yang tidak terlalu besar, penampakan warung ini masih terkesan kuno. Menurut pemiliknya sekarang, Hj. Maslika. Dikatakan jika kesan lama memang dipertahankan turun temurun. Dirinya sebagai generasi ketiga alias cucu pendiri warung ini hanya bisa meneruskan saja, kalaupun ada perubahan adalah mengecat di bagian tertentu yang telah kusam.

Kesan klasik muncul saat masuk ke warung tersebut. Dengan kursi dan mejanya berderet panjang. Anda juga bisa menemukan toples hijau besar klasik sebagai tempat krupuk yang ada di setiap meja. Menu andalan warungnya adalah semur daging dan rawon.

Semur daging juga menjadi andalan Warung Brintik selain rawon.
Semur daging juga menjadi andalan Warung Brintik selain rawon.

Menurut Maslikha, kakeknya dulu berjualan rawon di daerah Pertukangan (kini Jalan Gatot Subroto). Awalnya mereka berjualan di rumahnya sendiri, tetapi lambat laun penggemar rawon ini bertambah sehingga rumah tersebut tidak mencukupi lagi. Akhirnya di tahun 1974 mereka boyongan ke Jl. Achmad Dahlan 39 yang tempatnya sedikit lebih luas dibandingkan semula.

Nama Rawon Brintik berasal dari nenek Maslikha yang bernama Nafsiah. Beliau dikenal punya rambut brintik (keriting). Entah siapa yang memulai, para pembeli menyebut nama rawon dengan embel-embel brintik untuk membedakan dengan warung rawon lain. Karena saat itu masih belum punya nama, akhirnya nama Warung Brintik menjadi nama dan terkenal hingga sekarang.

Maslikha adalah generasi ketiga dari warung ini. Karena dirinya meneruskan usaha kuliner ini dari ibunya, Samiati. Ciri khas rawon yang punya daging empuk dipertahankan hingga sekarang.

Selain rawon, di warung juga menyediakan makan lain yang bisa dipilih, yaitu ayam bumbu rujak, ayam kare, nasi campur, hingga pecel. Masakan di warung ini terasa spesial karena mereka menggunakan ayam kampung sebagai bahan utama masakan tersebut. Untuk lauk selain krupuk udang dan melinjo, disana juga terdapat tempe dan perkedel.

Harganya juga terjangkau karena untuk rawon anda hanya cukup membayar minimal Rp20 ribu saja untuk rawon atau harga bisa bertambah sesuai dengan lauk yang anda minta.

Sejak pagi hari sekitar pukul 05.00 warung ini sudah ramai pengunjung. Terutama para pekerja kantoran yang masuk pagi dan belum sempat sarapan di rumah. Bahkan tidak jarang ada yang tidak mendapatkan tempat saking ramainya warung ini.

Sumber Foto: closetdomesticbunny.blogspot.co.id

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.