BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Siapa yang tidak mengenal sosok bernama Andhika Pratama? Artis dan publik figur multi talenta yang sudah merambah dunia entertainment Indonesia sebagai penyanyi, aktor, bintang iklan, dan presenter ini memang salah satu alumni SMA Negeri 8 Malang, Sekolah Menegah Atas di Jl. Veteran No. 37, Kota Malang yang memang kondang sebagai sekolahnya artis dan model.

Dulu, pria kelahiran Malang, 11 November 1986 itu dikenal dengan panggilan akrab Londo. Panggilan dari rekan-rekan satu angkatannya itu rasanya cocok disandang oleh Andhika. Pasalnya, saat masih menjadi siswa Smarihasta, presenter andalan SCTV dan Indosiar itu berpenampilan seperti bule dengan rambutnya yang pirang panjang belah tengah. Belum lagi kulitnya yang putih pucat menambah yakin penghuni sekolah yang berpapasan dengannya menyangka Andhika adalah seorang blasteran. Ya, sulung dari tiga bersaudara pasangan Weddy Subagyo dan Sherly Hesti Erawati ini memang berdarah Jawa, Belanda, dan Tionghoa.

Saat masuk ke SMA Negeri 8 Malang sebagai alumni SMP Negeri 3 Malang, Andhika yang dulunya kuper (kurang pergaulan) merasa memiliki teman dengan jaringan luas. Bersama beberapa orang teman, Andhika pun sempat nge-band. Karena waktu itu tak jago memainkan alat musik, maka si Londo pun kebagian menjadi vokalis. Bandnya yang beraliran pop diberi nama Nero dan Bisquit. Wajah Andhika dengan rambut gondrong dan bibir merahmudanya yang sering dimirip-miripkan dengan sosok Nicolas Saputra, pemeran Rangga dalam film “Ada Apa Dengan Cinta?” yang populer di tahun 2000-an, menjadi nilai jual tersendiri band tersebut.

Bersama dua band tersebut Andhika seringkali ikut festival musik dan manggung dari satu kafe ke kafe lainnya. Kegiatan di luar sekolahnya itu berlangsung hingga empat kali dalam seminggu. Konon, bakat ini menurun dari mamanya yang sempat punya obsesi ingin menjadi penyanyi, namun tak kesampaian lantaran ditentang opa Andhika. Tak heran ketika orang tuanya melihat Andhika bermain musik, mereka sangat mendukung.

Andhika yang saat kelas 1 SMA masih ranking 3, akhirnya merasa keteteran lantaran keseringan menerima job di kafe. Si Londo pun sempat menjadi murid terpopuler di ruang Tatib (Tata Tertib) dan BK (Bimbingan Konseling), karena mulai kenal budaya bolos sekolah. Dari rumah pamitnya berangkat ke sekolah, tetapi kemudian belok ke tempat nongkrong bersama teman teman ‘seperjuangan’. Kelakuannya juga mulai nyeleneh dengan menyemir rambut gara-gara ingin tampil beda sebagai seorang vokalis band.

Sejatinya, niat Andhika nge-band cukup ‘mulia’, supaya dapat uang jajan sendiri, karena dia tidak berasal dari keluarga yang dibilang berada. Barang pertama yang dibelinya dengan honor pertama nge-band adalah kaus distro. Waktu itu Andhika merasa bangga bisa membeli sesuatu dengan hasil keringat sendiri. Si Londo memang terkenal royal, suka menraktir teman-teman sekolahnya makan. Tak heran jika dia tergolong murid yang boros, meski sudah berpenghasilan sendiri.

Sejak SMA, Andhika juga sudah sempat berkali-kali ditawari ikut casting, entah itu iklan, film, ataupun FTV. Tawaran itu didapatnya ketika berjalan-jalan di pusat perbelanjaan bersama teman-temannya, dan juga di kafe tempatnya manggung. Namun, entah kenapa tawaran tersebut tak satu pun yang diterimanya.

Tiga bulan pertama terjebak dalam budaya bolos, Andhika tidak ketahuan orang tuanya. Namun setelah ada laporan dari pihak sekolah, akhirnya mamanya tahu juga, sehingga si Londo dimarahi habis-habisan olehnya. Parahnya lagi, si anak kesayangan juga ketahuan sering memalsukan surat izin tidak masuk sekolah dengan tanda tangan mama. Petugas Tatib pun memberikan hukuman skorsing, bahkan terancam tidak naik kelas waktu kelas 2. Untungnya ada wali kelasnya yang berbaik hati memperjuangkan Andhika naik ke kelas 3, mengingat dia siswa yang mandiri tidak bergantung pada orang tua.

Soal percintaan di SMA, Andhika memiliki kecenderungan yang berbeda dengan teman-teman sebayanya. Entah kenapa sejak pertama kali naksir cewek, kakak kelas yang usianya lebih tua selalu jadi incarannya, karena Andhika merasa lebih nyaman dan nyambung dengan mereka. Bahkan, saat masih SMA, si Londo diam-diam pernah menjalin asmara dengan seorang mahasiswa mamanya yang kebetulan sering bimbingan ke rumah. Kebiasaan naksir cewek yang lebih tua itu terbawa hingga akhirnya pada 21 Januari 2012 lalu, Andhika menikahi Ussy Sulistiawaty yang usianya lima tahun lebih tua darinya.

Tahun 2004, Andhika akhirnya lulus dari SMA Negeri 8 Malang dengan nilai yang cukup alias pas-pasan. Si Londo terpaksa kuliah di tempat mamanya mengajar sebagai dosen, STIE Malangkucecwara, mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi. Awalnya, Andhika ingin melanjutkan kuliah mengambil jurusan Seni, namun tidak didukung oleh orang tuanya. Masa depan sebagai seniman di mata orang tuanya dianggap tidak terlalu menjamin. Namun nyatanya, saat ini, Andhika tumbuh sebagai seorang seniman dan publik figur di dunia hiburan tanah air.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.