BERBAGI
monumen melati malang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Tentu Anda tidak asing lagi dengan Monumen Melati yang ada di kawasan Jalan Ijen, tepatnya di Ijen Boulevard. Sedikit cerita dari Monumen Melati, rupanya monumen ini adalah sebuah penghargaan terhadap sekolah darurat di awal pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR)—cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sekarang. Nama sekolahnya adalah Sekolah Kadet Suropati, yang sering kali monumen ini juga disebut Monumen Kadet Suropati. Dengan adanya monumen ini sebagai tanda penghormatan untuk mengenang seluru pendiri, tenaga pendidik dan senior-senior di TNI. Sedangkan disebut Monumen Melati karena monumen ini pada puncaknya terdapat kelopak melati berwarna coklat yang merupakan simbol dari Sekolah Kadet Malang.

Yang bersejarah juga dari adanya Sekolah Kadet Suropati ini adalah munculnya istilah ‘perwira’. Istilah perwira yang kita gunakan saat ini digunakan pertama kali di sekolah ini sebagai pengganti ‘Opsir’ dan ‘Taruna’ sebagai pengganti ‘Kadet’. Dari sini lah akhirnya istilah ‘Perwira’ diakui nasional.

Untuk cerita lebih lengkap bisa Anda baca di: Monumen Melati, Kenangan untuk Sekolah Tentara Kadet Suropati

Monumen Melati di sebuah postcatd via hqeemstamps.wordpress.com
Monumen Melati di sebuah postcatd via hqeemstamps.wordpress.com

Monumen Melati yang diresmikan pada tanggal 17 Desember 1982 oleh KASAD Jend. TNI Poniman ini memiliki filosofi tersendiri di setiap bagiannya. Dua pilar utama setinggi 7 meter yang ada di monument ini melambangkan dua brigade yang ada di sana. Kemudian puncaknya, kelopak melati berwarna coklat dan terbuat dari peruggu berhelai 11 ini ternyata melambangkan bulan lahirnya Sekolah Kadet Suropati. Sedangkan gambar ‘Hongaarse Krul’ yang ada pada pilar utama melambangkan badge yang digunakan siswa dan siswi di Sekolah Kadet Suropati. Jadi setiap bagian di Monumen Melati ini memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Kabar baiknya dari monumen ini adalah suasana di 2016 ini pemerintah Malang dipimpin oleh Abah Anton dipercantik. Dulu mungkin Anda hanya melihat pot-pot berjejeran yang menurut Anda kurang indah. Jika foto hanya bisa di Monumen Melatinya saja. Bahkan ada beberapa spot dekat Monumen Malang yang kosong, tidak dimanfaatkan pemerintah Malang agar terlihat lebih cantik dan bermanfaat. Namun itu dahulu, sekarang, di tahun 2016 ini ada yang berbeda.

Selain mempercantik kota Malang dengan beberapa spot yang menarik, di sekitar Monumen Melati ini pun juga dipercantik. Pemerintah Malang menawarkan hal yang baru, suasana yang lebih asyik dari kota Malang. Ijen Boulevard kini ada tamannya yang cantik, di sekitar Monumen Melati Anda bisa duduk santai bersama keluarga menikmati suasana kota Malang yang damai di kawasan Jalan Ijen. Karena di sana terdapat banyak kursi berjejeran dan bunga yang diperindah, banyak keluarga dan anak-anaknya yang sering bermain di kawasan tersebut.

Jika Anda belum pernah berkunjung ke Monumen Melati, ini waktu yang tepat bagi Anda untuk mengabadikan momen di tempat bersejarah. Lalu dilanjutkan dengan berkunjung ke Museum Brawijaya dengan tank-tank besar sebagai saksi Malang pernah berjuang pada era penjajahan dan tidak lupa foto dengan tulisan ‘Ijen Boulevard’ yang ada diujung Ijen Boulevard ini.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.