BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Paris of East Java’ adalah julukan Malang yang diperoleh saat penjajahan kompeni Belanda, Malang disebut-sebut sebagai kota “Paris”-nya Jawa Timur, karena Malang memiliki kondisi alam yang begitu indah dan sejuk. Hal ini membuat Malang akhirnya semakin banyak didatangi oleh kompeni Belanda untuk menanam kopi untuk kebutuhan ekspor ke Eropa yang bernilai sangat tinggi dan suiker (gula tebu) pada masa setelah diberlakukannya Undang-Undang Gula (Suikerwet) dan Undang-Undang Agraria (Agrarischewet) pada 1870 yang memberikan kebebasan masyarakat luas untuk dapat menyewa lahan sampai dengan 75 tahun.

Banyak orang lupa tentang julukan yang membanggakan ini, namun akhirnya pemerintah Malang pada tahun 2015 mengingatkan kembali julukan ini pada sebuah obyek kubus yang ada di depan kampus Universitas Brawijaya. Kubus ini berwarna biru yang sangat khas dengan warna Malang dengan Arema-nya, lokasinya masih satu lokasi dengan Gembok Cinta, yaitu Taman Veteran. Dan di atasnya juga terdapat kombinasi angka biner yang rupanya memiliki filosofi yang mendalam.

Sculpture molekul yang berjajar rapi itu membentuk molekul unsur kimia, yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan dan kehidupan. Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Erik Setyo Santoso, bahwa kombinasi angka nol dan satu ini memiliki arti tersendiri jika warga yang melihat mengerti kode pemecahannya.

Dalam kubus biru ini terdapat empat sisi yang masing-masingnya memiliki setiap kata-kata sendiri. Sisi yang pertama terdapat tulisan ‘Paris of East Java’, yang mengingatkan kembali kepada sebutan yang pernah disematkan kompeni Belanda pada masa lalu dan agar Jalan Veteran di kota Malang bisa seperti Paris.

Sisi kedua terdapat kata ‘Kota Pendidikan’ yang mengingatkan kembali bahwa Malang ini memiliki label sebagai kota Pendidikan, sesuai dengan filosofi sculpture yang membantuk molekul unsur kimia. Lalu terdapat kata ‘Beautiful Malang’. Dan sisi terakhir terdapat ‘Ngalam Kipa Ilakes’.

Yang menarik, istilah ‘Ngalam Kipa’ yang pernah diramaikan netizen terkait city branding dan sempat dipermasalahkan oleh pemerintah kota Malang diangkat di obyek kubus ini. Hal ini tentu menjadi salah satu tanda bahwa pemerintah Malang mulai mendukung kegiatan-kegiatan anak muda yang kreatif, termasuk para netizen.

Karena lokasi obyek kubus ini bukan di antara tempat penyebrangan, sebaiknya Anda tidak memotret diri Anda bersama dengan obyek satu ini. Karena lokasinya tepat di rumput Taman Veteran. Tentu Anda tidak ingin merusak taman kota Malang ini, bukan? Namun sebagai warga Malang harus berbangga hati karena kota Malang semakin kreatif dan eye-catching. Tentu membuat Anda tidak akan bosan ketika berjalan-jalan di kota Malang.

sumber foto: malangvoice.com

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.