BERBAGI
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Sate Kambing Pak Salim yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, Sumberpucung, Kabupaten Malang ini sebenarnya telah ada sejak tahun 1940. Namun pada awalnya bukan Pak Salim lah yang mengawali usaha sate kambing ini, namun kakeknya Mbah Suro yang memulainya di sebuah warung kecil di depan rumahnya yang berada di Kesamben, Blitar. Pada 1970-lah, sate kambing ini akhirnya dilanjutkan oleh Pak Salim di tempat yang berbeda, yaitu di Malang.

Pada awalnya pun, tempatnya tidak seperti saat ini yang berada di sebuah warung yang bercat putih dan cokelat kawasan Sumberpucung. Dahulu, Pak Salim melanjutkan usahanya sebagai awal pertama kali Sate Kambing Pak Salim ini ada di Malang berada di sebuah kios kecil depan di Pasar Sumberpucung. Namun karena usia Pak Salim jatuh sakit dan tidak mampu untuk bekerja, Ninik, anak Pak Salim yang telah membantu usaha sate kambing ini sejak 1982 akhirnya memutuskan warung Sate Kambing Pak Salim ini pindah yang sebelumnya ada di Pasar Sumberpucung menjadi di tempat yang saat ini di tempati sekarang hasil menabung keluarga Pak Salim.

Jika Anda datang ke Sate Kambing Pak Salim, Anda harus sabar karena warungnya selalu penuh! Setiap orang beranjak dari kursinya untuk pulang akan ada yang mengisi selanjutnya tak lebih dari hitungan di bawah belasan menit. Belum lagi penikmat sate kambing di sini yang lebih memilih untuk dibungkus saja.

Banyak keluarga dan orang yang bekerja menyempatkan diri untuk makan siang di sini.
Banyak keluarga dan orang yang bekerja menyempatkan diri untuk makan siang di sini.

Namun jangan khawatir soal pelayanannya, karena di sini selain terkenal dengan cita rasa sate kambingnya juga terkenal dengan pelayanan yang cepat dari kesigapan para karyawannya. Tanpa menunggu lama, Anda bisa menikmati sate yang rupanya resepnya adalah resep turun menurun yang dirahasiakan. Agak berbeda dari kuliner pada umumnya, biasanya mereka yang melanjutkan bisnisnya memang diajari dari awal hingga akhir bagaimana memasaknya. Namun berbeda dengan Ninik, ia tidak pernah diajari, tapi selalu membantu Pak Salim yang membuatnya secara otomatis dapat menjaga cita rasanya.

Sampai saat ini pun Ninik tetap membuat bumbunya sendiri, satu bumbu pun tidak boleh kurang atau lebih atau bahkan hilang, karena akan mengurangi cita rasanya. Resep dari sate kambing yang sering disebut pelanggan ‘sate kambingnya Mbah Lim’ ini pun sebenarnya ditulis oleh Ninik, namun tak pernah ia bagikan pada siapapun.

Begitu banyak peminat dari Sate Kambing Pak Salim yang buka mulai pukul 06.00 WIB ini akan tutup sebelum matahari terbenam dengan selalu menghabiskan dua hingga tiga ekor kambing, apabila lebaran bisa tiga hingga empat ekor kambing. Jika Anda ingin menikmati sate kambing di sini, jangan khawatir soal berapa ongkos untuk sate legendaris ini, karena harganya terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat.

sumber foto: youtube, juragancipir

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.